PENDIDIKAN

Setelah Tujuh Tahun, Pawai Khatam Al-Qur’an Balai Gadang Kembali Digelar, Wawako: Khatam jadi Motivasi Terus Belajar Al-Qur’an

×

Setelah Tujuh Tahun, Pawai Khatam Al-Qur’an Balai Gadang Kembali Digelar, Wawako: Khatam jadi Motivasi Terus Belajar Al-Qur’an

Sebarkan artikel ini

PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.ID — Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman melepas rombongan arak-arakan Pawai Khatam Al-Qur’an Balai Gadang, Kelurahan Balai Tongah Koto, Kecamatan Payakumbuh Utara, Rabu (26/8/2026) pagi.

Pawai yang diikuti 40 anak, terdiri atas 10 putra dan 30 putri, tersebut menjadi momentum kebersamaan masyarakat sekaligus bentuk apresiasi terhadap anak-anak yang telah menyelesaikan salah satu tahapan pembelajaran Al-Qur’an.

Pelepasan turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdako Payakumbuh Nofriwandi, Kepala Bagian Kesra Setdako Payakumbuh Efrizal, Lurah Balai Tongah Koto Unrizal, serta tokoh masyarakat, niniak mamak dan bundo kanduang. Suasana pawai juga dimeriahkan kelompok marching band.

Baca Juga  Perdana, SMPN 8 Sawahlunto Tembus Semifinal Lomba Cerdas Qur’an Tingkat Sumbar 2025

Rombongan kemudian mengikuti arak-arakan menuju Masjid Gadang Balai Gadang dengan didampingi niniak mamak, Bundo Kanduang, orang tua, serta anak-anak yang masih mengikuti pembelajaran Al-Qur’an di masjid tersebut.

Elzadaswarman mengapresiasi kembali digelarnya Pawai Khatam Al-Qur’an sebagai bagian dari tradisi keagamaan, sekaligus bentuk penghargaan kepada anak-anak yang telah menyelesaikan proses belajar Al-Qur’an.

“Ini merupakan kebanggaan kita bersama. Anak-anak yang telah menyelesaikan pendidikan Al-Qur’an patut kita berikan apresiasi. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan menjadi motivasi bagi anak-anak lainnya untuk rajin belajar Al-Qur’an,” ujar Elzadaswarman.

Menurutnya, keberhasilan pembinaan keagamaan generasi muda tidak hanya bergantung pada pemerintah dan keluarga, tetapi membutuhkan dukungan seluruh unsur masyarakat.

Baca Juga  BRI Payakumbuh Salurkan Bantuan Bencana di Gunuang Omeh dan Bukik Barisan

Ia mengapresiasi peran niniak mamak, bundo kanduang, orang tua dan guru mengaji yang terus memberikan perhatian terhadap pendidikan keagamaan anak-anak.

“Yang kita harapkan bukan hanya anak-anak bisa membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, kita dapat membentuk generasi Payakumbuh yang berakhlak, berkarakter dan memiliki landasan agama yang kuat,” katanya.

Elzadaswarman berharap tradisi khatam dan pawai Al-Qur’an terus dipelihara sebagai bagian dari pembinaan karakter sekaligus sarana mempererat hubungan antara generasi muda dan masyarakat.