BREAKING NEWSPERISTIWA

Dugaan BBM Bercampur Partikel Asing, Ambulans Bawa Pasien Jantung Mogok di Pariaman

×

Dugaan BBM Bercampur Partikel Asing, Ambulans Bawa Pasien Jantung Mogok di Pariaman

Sebarkan artikel ini

PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID —Dugaan persoalan bahan bakar minyak (BBM) yang bercampur material asing di sejumlah wilayah Sumatera Barat terus bermunculan. Kali ini, sebuah ambulans yang tengah membawa pasien jantung dari Kabupaten Pasaman Barat menuju RS Universitas Andalas (UNAND) dilaporkan mengalami gangguan mesin di Kota Pariaman.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di kawasan Simpang Tabuik, Jalan Kampung Perak, Pasar Pariaman, Selasa (29/9/2026).

Informasi kejadian disampaikan akun Ambulance Zakaik melalui Grup WhatsApp Kebencanaan. Berdasarkan Voice Note yang beredar dalam Grup tersebut,  mesin mobil ambulans dilaporkan tiba-tiba mengalami gejala tidak normal saat perjalanan menuju Padang.

Mesin kendaraan disebut mengalami cegukan dan mengeluarkan bunyi merepet. Kondisi tersebut membuat sopir memilih tidak melanjutkan perjalanan menggunakan ambulans tersebut demi keselamatan pasien.

“Mesin ambulans cegukan dan mengeluarkan bunyi merepet,” demikian ujar akun Ambulance Zakaik dalam grup Kebencanaan Selasam(29/9/2026) malam.

Karena ambulans tersebut mogok dan  tidak dapat melanjutkan perjalanan, sopir kemudian menghubungi jaringan sesama driver ambulans yang ada di Kota Pariaman. Ambulans MZ selanjutnya datang untuk meneruskan perjalanan pasien menuju RS UNAND.

Baca Juga  Berawal Kecurigaan Warga Terhadap Pasangan Haram, Akhirnya Terbongkar Adanya Peredaran Narkoba

Menurut informasi yang disampaikan Ambulance Zakaik, ambulans tersebut sebelumnya membawa pasien jantung dari RS Yarsi Pasaman Barat untuk mendapatkan rujukan ke RS UNAND.

“Sopir juga menyampaikan bahwa pengisian BBM terakhir dilakukan di SPBU Batang Lingkin, Pasaman Barat,” ungkapnya.

Informasi tersebut kini menjadi bagian yang perlu ditelusuri, terutama untuk mengetahui apakah gangguan mesin memiliki keterkaitan dengan BBM yang terakhir diisi kendaraan. Hingga saat ini, belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan hubungan tersebut.

Gangguan ambulans tersebut muncul ketika keluhan masyarakat mengenai BBM yang diduga bercampur material asing tengah menjadi perhatian di Sumatera Barat.

Sejumlah konsumen sebelumnya melaporkan adanya endapan atau material berwarna putih hingga abu-abu pada kendaraan setelah melakukan pengisian BBM. Sebagian masyarakat menyebut material tersebut menyerupai semen.

Sebelumnya, Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat telah melakukan koordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kualitas Pertalite yang diduga berdampak terhadap kendaraan konsumen.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sumbar, Adel Wahidi, mengatakan kualitas BBM yang disalurkan kepada masyarakat harus memenuhi ketentuan dan standar yang berlaku.

Baca Juga  Letusan Gunung Marapi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter, Status Masih Waspada

“Kami menyampaikan bahwa produk migas yang disalurkan kepada konsumen harus layak dan memenuhi standar. Laporan masyarakat ini harus ditindaklanjuti secara objektif dan berbasis data,” ujar Adel Selasa (29/9/2026) 

Ombudsman bersama Pertamina kemudian melakukan pemeriksaan di SPBU Gunung Pangilun. Pemeriksaan mencakup proses quality control dan pengujian sampel BBM.

Selain pemeriksaan di lapangan, sampel BBM akan dibawa untuk pengujian laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi BBM yang dikeluhkan masyarakat.

Ombudsman juga meminta data pemeriksaan rutin Pertamina maupun pengelola SPBU untuk dicocokkan dengan temuan di lapangan.

Menurut Adel, penelusuran tidak seharusnya hanya dilakukan di tingkat SPBU. Alur distribusi BBM sejak produk diterima hingga disalurkan kepada konsumen juga perlu diperiksa.

“Penelusuran semacam ini harus rutin. Kalau perlu dapat melibatkan koordinasi dengan OPD terkait dan Aparat Penegak Hukum (APH) di wilayah Teluk Kabung,” tegasnya. (*)