Jadi Motor Pertumbuhan
Kepala Departemen Bisnis Non Semen & Produk Turunan, Ridwan Muchtar, menjelaskan bahwa workshop PT Semen Padang telah berkembang signifikan.
“Awalnya hanya mendukung operasional internal, kini mampu memproduksi berbagai peralatan industri berat lintas sektor, mulai dari semen, pulp and paper, hingga nikel,” ujarnya.
Sejumlah proyek besar telah dikerjakan, antara lain untuk PT Riau Andalan Pulp and Paper dan berbagai industri strategis lainnya.
“Kami siap menjadi mitra industri dengan standar kualitas tinggi, didukung fasilitas lengkap dan SDM kompeten,” kata Ridwan.
Shell Kiln Narogong 2 yang diproduksi memiliki spesifikasi teknis tinggi dengan nilai proyek Rp3,875 miliar. Produk ini menggunakan material DIN 16Mo3 dengan ketebalan 28 mm, diameter 5.600 mm, terdiri dari tiga section dengan panjang total 9,3 meter, dan bobot 36,14 ton.
Seluruh proses fabrikasi diselesaikan dalam waktu 19 hari sejak dimulai pada 6 Maret 2026, dengan target serah terima pada 28 April 2026.
Keberhasilan ini melanjutkan capaian sebelumnya, yakni produksi Shell Kiln senilai Rp13,2 miliar untuk Pabrik Tonasa IV milik PT Semen Tonasa.
Jejak Panjang dan Reputasi Global
Workshop Bisnis Non Semen & Produk Turunan PT Semen Padang telah berdiri sejak 1988 dan berkembang menjadi pusat fabrikasi industri berat.
Unit ini telah mengerjakan berbagai proyek strategis, antara lain di PT Semen Baturaja Tbk, Toba Pulp Lestari Tbk, hingga pasar internasional seperti Bangladesh.
Transformasi ini menegaskan posisi PT Semen Padang sebagai perusahaan solusi industri terintegrasi. Dengan dukungan teknologi, pengalaman, dan kapabilitas fabrikasi, perusahaan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis industri nasional sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketergantungan impor. (*)












