UTAMASUMBAR

Sinergi Bermasa, Kemnaker Komit Jembatani Kebutuhan Industri dengan Kompetensi Tenaga Kerja

×

Sinergi Bermasa, Kemnaker Komit Jembatani Kebutuhan Industri dengan Kompetensi Tenaga Kerja

Sebarkan artikel ini

PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID — Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) menyatakan komitmennya untuk menyelaraskan kebutuhan industri dan dunia usaha dengan kesiapan kompetensi para pencari kerja. Komitmen itu dinyatakan saat diskusi bersama membahas keberlangsungan ekosistem ketenagakerjaan.

Hal itu dinyatakan langsung oleh Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang, Arnov Tri Hartanto, saat diskusi bersama dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat, Firdaus Firman, serta Head of HR & GA Japfa Feed Padang, Yosi Puspa Sari, beberapa hari lalu.

Arnov Tri Hartanto mengatakan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, balai pelatihan, dunia usaha, dan para pencari kerja, perlu terus dilakukan agar terwujudnya link and match di dunia kerja.

“Perusahaan dapat menyampaikan jenis tenaga kerja dan keterampilan yang dibutuhkan. Selanjutnya, balai dapat menyesuaikan program pelatihan agar lebih tepat sasaran, relevan, dan sesuai kebutuhan lapangan. Tidak hanya untuk calon tenaga kerja baru, program reskilling dan upskilling juga penting sebagai upaya meningkatkan kompetensi pekerja, termasuk bagi mereka yang terdampak PHK agar memiliki kesempatan untuk kembali memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Baca Juga  Pemerintah Dinilai Tak Serius Berantas Tambang Ilegal

Sementara itu, Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar, Firdaus Firman, mengatakan bahwa diskusi-diskusi yang intens antara dunia usaha/industri dengan pihak pemerintah selaku penyelenggara pelatihan kerja ini diharapkan mampu menyelaraskan antara kebutuhan dunia industri dengan pelatihan yang dilakukan.

“Investasi dan perkembangan industri perlu diiringi dengan kesiapan SDM lokal. Dengan pemetaan kebutuhan industri dan pelatihan yang tepat, diharapkan tercipta ekosistem ketenagakerjaan yang semakin responsif terhadap perubahan kebutuhan dunia usaha,” katanya.

Lalu dari Head of HR & GA Japfa Comfeed Indonesia Tbk Padang, Yosi Puspa Sari, menyambut baik dan siap untuk memanfaatkan keberadaan BPVP Padang nantinya dalam penyiapan dan juga pengembangan SDM karyawannya.

“Kita menyambut baik upaya ini. BPVP Padang bisa menyiapkan dan bahkan melakukan pengembangan SDM,” ujarnya.

Kolaborasi Peningkatan Kompetensi dengan Pengelola Wisata Offroad Lubuk Alung

Baca Juga  Fadli Zon Hadiri Sidang Komite Eksekutif Organisasi Parlemen Global Melawan Korupsi

Di sisi lain, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar, BPVP Padang, dan pengelola wisata Offroad Sumbar di Lubuk Alung juga bersepakat dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kompetensi tenaga kerja di sektor pariwisata.

Yudi selaku penggerak wisata offroad menyampaikan bahwa saat ini tersedia lebih kurang 30 unit mobil offroad yang turut membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sebagai pengemudi, kuliner, pekerja media, dan sektor lainnya.

“Melalui BPVP Padang dan juga Disnakertrans Sumbar, kompetensi para pelaku wisata termasuk terkait hospitality dapat ditingkatkan untuk pelayanan yang lebih baik,” katanya.

Lalu dari Kepala BPVP Padang, Arnov Tri Hartanto, menyampaikan kesiapan BPVP untuk membuka pelatihan sesuai kebutuhan tenaga kerja dalam pengelolaan wisata, sehingga kompetensi masyarakat dapat semakin sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Kolaborasi pemerintah, lembaga pelatihan, dunia usaha, masyarakat, dan perguruan tinggi menjadi langkah bersama dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus membangun SDM pariwisata yang kompeten. (h/jum)