SUMBARBREAKING NEWSRANAH & RANTAUUTAMA

SARASO Fest Ditabuh, Upaya Penguatan Identitas Budaya dan Diplomasi Budaya

×

SARASO Fest Ditabuh, Upaya Penguatan Identitas Budaya dan Diplomasi Budaya

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID — SARASO Fest Pekan Kebudayaan Daerah Sumatera Barat 2026 ditabuh. Pada Senin (28/9/2026) malam, di pelataran parkir kawasan Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menjadi saksi helatan yang dibuka langsung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar melalui Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ahmad Zakri.

“Menghidupkan Rasa, Menajamkan Makna, Mengasah Talenta Muda” menjadi tema SARASO Fest yang diselenggarakan oleh UPTD Taman Budaya Sumatera Barat. Festival ini menghadirkan berbagai pertunjukan berbasis tradisi dan kontemporer.

Ahmad Zakri, yang juga Plt Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, mengatakan bahwa Sumbar memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Berbagai potensi di setiap daerah dinilai begitu luar biasa.

“Bisa kita bayangkan, masing-masing daerah kita memiliki keunikan kebudayaan, baik tradisi, kuliner, dan lainnya. Ini harus kita lestarikan dan kita jaga. Jangan sampai satu per satu menjadi hilang. Dulu kita bisa menyaksikan seni tradisi, namun sekarang mungkin sudah jarang terjadi,” katanya.

Baca Juga  Penuhi Kebutuhan Energi Pasca Banjir di Pessel, Pertamina Terapkan Distribusi Energi Non Reguler

Oleh karena itu, jelas Ahmad Zakri, SARASO Fest ini menjadi momen penting untuk bersama agar kenian dan tradisi tidak hanya diinterpretasikan sebagai sekadar hiburan. Lebih dari itu, kebudayaan menjadi sarana edukasi dan pembentukan karakter bagi generasi anak-anak dan muda ke depannya.

“Melestarikan tradisi dan budaya bukan menghidupkan masa lalu, tapi menjemput masa lalu itu sebagai kesiapan dalam pembentukan nilai dan menghadapi masa depan,” tegas Plt Kadis Kebudayaan Sumbar tersebut.

Semarak Budaya dalam Enam Malam Pertunjukan

SARASO Fest Pekan Kebudayaan Daerah Sumatera Barat 2026 dilaksanakan selama enam hari pada Senin (28/9) hingga Sabtu (3/10). Festival yang dihelat UPTD Taman Budaya Sumatera Barat ini berasal dari DPA Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar.

Kepala Taman Budaya Sumatera Barat, M Devid, mengatakan bahwa SARASO Fest juga sebagai kemeriahan dalam menyambut HUT ke-81 Sumatera Barat dan juga Hari Kebudayaan Nasional yang jatuh pada 17 Oktober. Festival ini hadir dalam perayaan bersama masyarakat Sumbar.

Baca Juga  Wawako Maigus Nasir Kunjungi Warga Penderita Meningitis TB

“Tujuan dari SARASO Fest ini adalah pelestarian akan nilai-nilai tradisi dan penguatan identitas budaya daerah. Lalu halnya dalam pembinaan bakat seni dan pengembangan kreativitas generasi muda kita,” katanya.

Selain itu, SARASO Fest juga hadir dalam menggerakkan ekonomi daerah. Perayaan ini tak hanya memberikan pertunjukan dari lintas daerah, tapi mendorong ekonomi para pelaku usaha yang terlibat dan yang berada di kawasan kegiatan.

“Dan yang paling terpenting adalah menjadi ruang kolaborasi dan diplomasi budaya nasional dan internasional. Semoga kegiatan ini bermanfaat, dan kebudayaan kita akan terus tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat,” harap Kepala Taman Budaya Sumatera Barat tersebut.

Pada hari pertama ini, SARASO Fest menghadirkan Komposisi Musik Parewa Limo Suku, Tupai Janjang dan Talempong Uwaik-uwaik (Kabupaten Agam), Tari Adok dan Tupai Janjang (Kabupaten Solok), Komposisi Musik Soundenai Fajri Ananda, dan Darak Badarak (Kota Pariaman). (h/jum)