PADANG, HALUAN — Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana terus dilakukan Sekolah Tinggi Teknologi Industri (STTIND) Padang. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), sivitas akademika STTIND Padang turun langsung ke Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto (KPIK), Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, untuk memberikan edukasi sekaligus melakukan sejumlah aksi mitigasi bencana.
Kegiatan yang berlangsung pada 14–15 Agustus 2026 tersebut mengangkat tema “Manajemen dan Mitigasi Bencana Banjir (Galodo) di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto.” Program ini tidak hanya diisi dengan penyampaian materi kepada masyarakat, tetapi juga diwujudkan melalui pemetaan wilayah rawan bencana, pemasangan jalur evakuasi dan titik kumpul, hingga penanaman pohon.
Yang menarik, kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur sivitas akademika STTIND Padang, mulai dari dosen, tenaga kependidikan atau staf, hingga mahasiswa. Empat program studi turut mengambil bagian dengan mengintegrasikan keilmuan masing-masing dalam kegiatan pengabdian tersebut.
Ketua STTIND Padang, Riko Ervil, M.T., IPU., ASEAN Eng., mengatakan kolaborasi lintas program studi tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam pelaksanaan PkM.
Menurutnya, Program Studi Teknik Pertambangan mengambil peran dalam pembuatan peta area pascabencana. Sementara itu, Teknik Lingkungan berkontribusi melalui penanaman sebanyak 50 batang bibit pohon surian.
Adapun Program Studi Teknik Industri dan Sistem Informasi berkolaborasi dalam mendukung pemasangan jalur evakuasi serta penentuan titik kumpul pada kawasan yang berpotensi terdampak bencana.
“Setiap program studi mengambil peran sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Harapannya, ilmu yang ada di kampus dapat memberikan manfaat dan solusi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Riko.
Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting. Selain membantu pelaksanaan kegiatan di lapangan, mahasiswa memperoleh pengalaman untuk mengimplementasikan pengetahuan akademik sekaligus membangun kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan PkM, Nofrohu Retongga, dalam sesi presentasi memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kondisi wilayah KPIK serta kawasan yang memiliki potensi kerawanan bencana.
Masyarakat juga diberikan edukasi mengenai pentingnya mengenali kondisi lingkungan, memahami jalur evakuasi, mengetahui titik kumpul, serta meningkatkan kesiapsiagaan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.
Kehadiran tim STTIND Padang mendapat sambutan positif dari Lurah Koto Panjang Ikua Koto, Doni. Ia mengaku bangga dengan adanya perguruan tinggi yang hadir dan memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat di wilayahnya.
Doni juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada STTIND Padang atas kontribusi yang diberikan. Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan nilai positif karena masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai kebencanaan, tetapi juga memperoleh dukungan nyata melalui berbagai kegiatan mitigasi di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah aksi dilakukan secara langsung, di antaranya pemetaan daerah rawan banjir, pemasangan rambu jalur evakuasi dan titik kumpul, penanaman 50 bibit surian, serta sosialisasi kepada masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara STTIND Padang dan masyarakat Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto dalam membangun lingkungan yang lebih siap menghadapi risiko bencana.
Melalui kegiatan PkM tersebut, STTIND Padang kembali menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.
Keterlibatan dosen, staf, dan mahasiswa sekaligus menjadi bentuk komitmen STTIND Padang untuk tidak hanya beraktivitas di lingkungan akademik, tetapi juga hadir, peduli, dan memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat. (h/yes)












