PADANG, HARIANHALUAN.ID — Tokoh dan sastrawan Adat Minang terkenal, Yus Datuak Perpatiah dikabarkan telah meninggal dunia.
Menurut informasi dari Kordinator Datun 1 Kejaksaan Agung Ferry Taslim SH MH Datuak Tanbijo, yang juga satu daerah kelahiran dengan almarhum, Yus Datuak Perpatiah berpulang dalam usia 88 tahun, Sabtu (28/3) pukul 16.30 WIB di kampung halamannya, Sungai Batang, Maninjau Kabupaten Agam.
Ferry menjelaskan, bahwa almarhum sempat dirawat di Rumah Sakit Yarsi Bukittinggi, namun tidak dijelaskan kapan waktunya.
“Kita doakan agar alm diampuni dosanya, diterima amal ibadahnya dan dimasukkan kedalam SyurgaNya. Keluarga yang ditinggal agar ikhlas, sabar dan tawakal. Aamiin.” tulis Ferrytas melalui komentarnya di sebuah WAG Grup, Sabtu (28/3/2026).
Yus Datuak Perpatiah adalah salah satu tokoh adat yang nyaring menyosialisasikan permasalahan adat Minangkabau melalui berbagai media sosial. Dulu, sebelum ada medsos, Yus Datuak Perpatih menyiarkan adat Minang melalui pita kaset.
Yus juga rutin mengisi sandiwara radio melalui grup kenamaannya Balerong. Sejumlah karya yang telah dihasilkan Yus melalui Balerong Grup adalah :
1. Disimpang Duo
2. Galodo Danau
3. Maniti Buiah
4. Syarifah Hanum
5. Om Rajo Angek
6. Karam Ditapi
7. Bakaruak Arang
8. Rapek Mancik
9. Rajo Angek Bacakak Jo Turih
10.Rajo Angek Mahoyak Pemilu 1999
11.Lego Pagai
12.Tuah Mamak
13.Bujang Sambilan
14.Kasiah Tak Sampai
15.Lego Pagai
16.Ratok Mak Enggi
17.Bungo Larangan
18.Baringinan Bonsai
Ferrytas menyebut karya – karya Yus Perpatiah mengandung banyak nasehat dan berguna untuk membentuk karakter orang Minang. (*(












