UTAMA

Sumur Bor 124 Meter Atasi Krisis Air di RS M. Djamil

×

Sumur Bor 124 Meter Atasi Krisis Air di RS M. Djamil

Sebarkan artikel ini
RSUP Dr. M. Djamil Padang resmi menerima sumur bor sedalam 124 meter untuk memenuhi kebutuhan air bersih rumah sakit, Jumat (18/9).

PADANG, HARIANHALUAN.ID — RSUP Dr. M. Djamil Padang resmi menerima sumur bor sedalam 124 meter untuk memenuhi kebutuhan air bersih rumah sakit, Jumat (18/9).

Fasilitas tersebut diharapkan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan air menggunakan mobil tangki yang sebelumnya mencapai 24 kendaraan per hari.

Serah terima dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang Dr. dr. Dovy Djanas, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Plt Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, Rezky Wahyudi, jajaran pemerintah dan instansi terkait.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Dovy Djanas, mengatakan ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menunjang operasional rumah sakit.

Selain infrastruktur, RSUP M. Djamil juga mendorong kerja sama di bidang riset dan pengembangan sumber daya manusia kesehatan.

Dovy mengatakan kerja sama dengan berbagai pihak membuka peluang pengembangan riset, inovasi medis, biopharma, biokimia farmasi dan bidang kesehatan lainnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, perguruan tinggi, dunia usaha, dan instansi terkait yang mendukung pengembangan RSUP M. Djamil.

“Mudah-mudahan dengan pertemuan ini bisa membawa semangat kita untuk bisa memajukan daya riset dan pelayanan kesehatan,” katanya.

Dibangun hingga Kedalaman 124 Meter

Plt Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, Rezky Wahyudi, mengatakan pengeboran dilakukan hingga sekitar 124 meter karena kondisi tanah di lokasi.

“Memang kedalamannya sekitar 124 meter karena kondisi tanah. Alhamdulillah sudah selesai. Kami berharap dengan adanya air bersih ini bisa mendukung kebutuhan rumah sakit,” ujarnya.

Baca Juga  Ajak Nasabah Dapat Hadiah, Bank Nagari Luncurkan Program Member Get Member

Rezky berharap sumur tersebut dapat memenuhi kebutuhan air RSUP M. Djamil dan mendukung pelayanan kepada pasien.

Sebelumnya 24 Mobil Tangki per Hari

Andre Rosiade mengatakan pembangunan sumur bor berawal dari tingginya kebutuhan air RSUP M. Djamil. Sebelum fasilitas tersebut tersedia, rumah sakit mendapat pasokan hingga 24 mobil tangki air setiap hari.

Kondisi itu mendorong Andre berkoordinasi dengan Direktur Utama RSUP M. Djamil, Dirjen Sumber Daya Air, dan Menteri Pekerjaan Umum untuk membangun sumber air permanen bagi rumah sakit.

“Saya telepon waktu itu Dirjen SDA dan juga Pak Menteri PU untuk diskresi agar diberikan anggaran. Alhamdulillah Pak Wali setuju, Dirjen SDA setuju dan memberikan langsung ke balai untuk mengeksekusi. Alhamdulillah sekarang sudah bisa digunakan,” ujarnya.

Menurut Andre, keberadaan sumur bor diharapkan mengurangi kebutuhan pasokan air menggunakan mobil tangki.

Dengan beroperasinya sumur bor tersebut, RSUP M. Djamil memiliki sumber air tambahan untuk menunjang kebutuhan operasional dan pelayanan kepada pasien.

Pemerintah Targetkan Revitalisasi Fasilitas Kesehatan

Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus mengatakan peningkatan kualitas layanan kesehatan membutuhkan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, rumah sakit, perguruan tinggi dan dunia usaha.

Kementerian Kesehatan menargetkan renovasi 10.000 puskesmas di 7.285 kecamatan mulai 2027. Pemerintah juga menargetkan pembangunan 514 Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di 514 kabupaten/kota dan penyelesaiannya paling lambat 2030.

Baca Juga  Batik Berkah Binaan PLN dari Jambi Tampil di Tong Tong Fair 2022 Den Haag Belanda

Untuk rumah sakit daerah, pemerintah memprogramkan pembangunan dan revitalisasi 441 RSUD. Sebanyak 66 RSUD di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) telah dibangun sebagai langkah awal. Sementara itu, 20 RSUD yang dibangun sejak 2025 disebut telah beroperasi.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat layanan prioritas, meliputi kanker, jantung, stroke, ginjal, serta kesehatan ibu dan anak.

Mahyeldi Soroti Kualitas Pelayanan

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengatakan pembangunan sumur bor merupakan bagian dari kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, rumah sakit dan pihak terkait.

Ia menilai peningkatan mutu rumah sakit tidak cukup hanya dengan peralatan dan tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan fasilitas pendukung serta pelayanan kepada pasien.

Mahyeldi berharap RSUP M. Djamil semakin mampu menjadi tujuan pelayanan kesehatan di Sumatera Barat sehingga masyarakat tidak perlu mencari pengobatan ke luar daerah maupun luar negeri.

“Kalau dari segi peralatan dan tenaga SDM, mungkin kita sudah baik. Yang perlu sama-sama kita tingkatkan adalah hospitality, bagaimana pelayanannya,” kata Mahyeldi.

Ia mengapresiasi pemerintah pusat, Kementerian Kesehatan, BWS Sumatera V dan Andre Rosiade atas dukungan terhadap pembangunan infrastruktur kesehatan di Sumatera Barat.

Mahyeldi juga menyampaikan rencana kerja sama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam pengembangan sumber daya manusia kesehatan.

Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan memperkuat kapasitas tenaga kesehatan sekaligus meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit daerah.

“Harapannya sinergi untuk kemajuan kesehatan di Sumatera Barat dan bagaimana meningkatkan capaian kesehatan ke depan,” ujar Mahyeldi.(h/ita)