Perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi, Kahar, menyampaikan apresiasi atas dukungan SIG dan PT Semen Padang. Ia menilai kolaborasi tersebut berjalan sangat baik, terutama dalam menjaga standar kualitas bangunan.
“Kami sangat berterima kasih kepada manajemen SIG dan PT Semen Padang yang telah mengunjungi sekaligus mendukung pembangunan hunian tetap ini,” ujar Kahar.
Ia menambahkan, setiap kendala yang muncul di lapangan dapat segera direspons oleh tim PT Semen Padang. Hal itu membuat proses pembangunan berjalan lebih lancar dan terkontrol.
“Dukungan yang diberikan betul-betul nyata. Kekurangan apa pun langsung ditindaklanjuti untuk memastikan kualitas tetap terjaga,” katanya.
Menurut Kahar, keputusan menggunakan Sepablock tidak terlepas dari komunikasi intens antara pimpinan SIG, PT Semen Padang, dan Yayasan Buddha Tzu Chi. Dari diskusi tersebut, diperoleh solusi konstruksi yang tidak hanya efisien, tetapi juga memberi kenyamanan bagi penghuni.
“Pemasangannya lebih cepat, sehingga menghemat waktu dan biaya. Selain itu, kondisi di dalam rumah juga terasa lebih sejuk,” jelasnya.
Dengan progres yang terus berjalan, harapan kini bertumpu pada rampungnya 40 unit pertama dalam waktu dekat, sehingga memberi secercah kepastian bagi para penyintas untuk kembali membangun kehidupan dari titik yang baru. (*)












