SUMBAR

TRC BPBD Mentawai Dikukuhkan, Bupati Rinto Tekankan Respons Cepat Saat Bencana

×

TRC BPBD Mentawai Dikukuhkan, Bupati Rinto Tekankan Respons Cepat Saat Bencana

Sebarkan artikel ini

MENTAWAI, HARIANHALUAN.ID — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman bencana melalui peningkatan kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk membangun sistem penanganan bencana yang cepat, terukur, dan responsif di wilayah kepulauan yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui penutupan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Reaksi Cepat BPBD Mentawai oleh Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, di Kawasan Wisata Mapadeggat, Sabtu (20/6).

Sebanyak 34 peserta dari berbagai unsur lintas instansi mengikuti pelatihan selama tiga hari tersebut. Mereka berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD), Kodim 0319/Mentawai, Polres Kepulauan Mentawai, Basarnas Mentawai, serta unsur pendukung kebencanaan lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Pelaksana BPBD Mentawai, Kepala Basarnas Mentawai, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas PKPLH dan Perhubungan, Kepala Dinas Sosial, para instruktur, serta seluruh peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Rinto Wardana menegaskan bahwa keberadaan TRC bukan sekadar pelengkap struktur kebencanaan daerah, melainkan menjadi kekuatan utama yang berada di garis depan saat masyarakat membutuhkan pertolongan ketika bencana terjadi.

Menurutnya, kondisi geografis Mentawai yang terdiri atas gugusan pulau dengan akses yang tidak selalu mudah menuntut kehadiran personel yang memiliki kemampuan, kedisiplinan, dan kesiapsiagaan tinggi.

Baca Juga  Dinas Perikanan Pasaman Barat Raih Harapan Tiga Lomba Forikan 

“Tim Reaksi Cepat harus mampu menjadi ujung tombak penanganan darurat. Mereka dituntut bergerak cepat, bekerja profesional, dan hadir lebih awal saat masyarakat menghadapi situasi krisis akibat bencana,” ujar Rinto.

Ia menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan langkah awal dalam membentuk personel yang memiliki kemampuan dasar kebencanaan, mulai dari kaji cepat lapangan, koordinasi lintas sektor, penanganan keadaan darurat, hingga evakuasi korban dan pemetaan kebutuhan mendesak saat masa tanggap darurat.

Lebih jauh, TRC dipersiapkan sebagai pasukan kemanusiaan yang siap bertugas kapan saja. Menurut Rinto, kecepatan mengambil tindakan di lapangan menjadi faktor penting dalam menyelamatkan jiwa dan meminimalkan dampak bencana.

“Setiap anggota harus memiliki semangat pengabdian dan kesiapan penuh selama 24 jam. Ketika bencana terjadi, tidak ada ruang untuk menunda. Respons cepat adalah kunci utama penyelamatan,” tegasnya.

Rinto juga mengapresiasi terbentuknya TRC BPBD Mentawai yang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana daerah. Keberadaan tim tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas koordinasi sekaligus mempercepat pelayanan kepada masyarakat saat kondisi darurat.

Sebagai daerah yang berada di kawasan rawan bencana, Kepulauan Mentawai menghadapi berbagai potensi ancaman, mulai dari gempa bumi, tsunami, gelombang ekstrem, abrasi pantai, cuaca ekstrem, tanah longsor, banjir, kebakaran hutan dan lahan, likuefaksi, hingga wabah penyakit.

Baca Juga  Ketua DPRD Sumbar Ajak Siswa SMAN 8 Padang Siapkan Diri Jadi Generasi Sukses Dunia dan Akhirat

Kondisi tersebut menuntut kesiapan sumber daya manusia yang andal serta sistem penanganan yang terintegrasi dari tingkat kabupaten hingga desa.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai berkomitmen memperluas jaringan kesiapsiagaan melalui pembentukan satuan tugas kebencanaan di tingkat kecamatan serta penguatan program Desa Tangguh Bencana (Destana) sebagai basis pertahanan pertama di tengah masyarakat.

“Kita ingin membangun sistem kebencanaan yang kuat dari hulu hingga hilir. Tidak hanya mengandalkan pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan kecamatan, desa, dan masyarakat agar kemampuan menghadapi bencana semakin merata di seluruh wilayah Mentawai,” katanya.

Di akhir kegiatan, Rinto berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dalam tugas-tugas kemanusiaan di lapangan. Peningkatan kapasitas personel, lanjutnya, akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna menciptakan tim yang semakin solid dan profesional.

Dengan berakhirnya Bimtek TRC BPBD Mentawai, pemerintah daerah optimistis telah meletakkan fondasi penting bagi lahirnya personel-personel tangguh yang siap menjadi garda terdepan dalam setiap operasi penyelamatan dan penanganan bencana.

Ke depan, keberadaan TRC diharapkan menjadi simbol kesiapsiagaan daerah sekaligus kekuatan utama dalam mewujudkan Mentawai yang lebih tangguh, sigap, dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (*)