PADANG, HARIANHALUAN.ID – Memasuki puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung sepanjang Juli hingga Agustus 2026, Pemerintah Kota (Pemko) Padang mengingatkan masyarakat, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Peringatan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya risiko kebakaran akibat cuaca panas, terutama yang dipicu korsleting listrik maupun kelalaian dalam penggunaan peralatan rumah tangga.
Imbauan itu disampaikan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran rumah di Jalan Raya Banuaran, Kelurahan Banuaran Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Selasa (7/7/2026).
Menurut Maigus, meningkatnya suhu udara pada musim kemarau berpotensi memperbesar risiko terjadinya kebakaran di lingkungan permukiman. Karena itu, masyarakat diminta lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik dan penggunaan peralatan yang berpotensi memicu api.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, tidak meninggalkan peralatan elektronik yang masih terhubung dengan arus listrik, berhati-hati dalam penggunaan kompor gas, serta mewaspadai berbagai sumber yang dapat memicu kebakaran,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Maigus menyerahkan Bantuan Sosial Tidak Terduga (BSTT) sebesar Rp10 juta kepada pemilik rumah, Irka Puspa Dewi (45). Selain itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang memberikan bantuan sebesar Rp1,5 juta, sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang menyalurkan bantuan berupa perlengkapan mandi dan perabot rumah tangga.
Bantuan tersebut diberikan kepada korban kebakaran yang terjadi pada 12 Mei 2026. Musibah itu menghanguskan bagian lantai dua rumah milik korban, termasuk sejumlah barang berharga seperti kasur, lemari, pintu, dan sepeda. Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah dengan dugaan penyebab berasal dari korsleting listrik.
Maigus mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Padang bersama berbagai pihak untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah.
“Musibah ini merupakan ujian dari Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT, kehidupan dan kematian diciptakan untuk menguji hamba-Nya. Mari kita berserah diri, bersabar, dan ikhlas dalam menghadapi setiap ujian yang diberikan Allah SWT,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu proses penanganan kebakaran maupun memberikan dukungan kepada keluarga korban.












