HARIANHALUAN.ID – Dalam rapat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) digelar Senin, 4 Mei 2026, sebanyak 123 siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto dinyatakan lulus 100 persen.
Jauh sebelum pengumuman resmi, 105 siswa telah lebih dahulu mengamankan tempat di berbagai perguruan tinggi negeri (PTN), baik umum maupun keagamaan. Angka ini setara dengan 85,37 persen.
Dari jumlah tersebut, 24 siswa lulus melalui jalur SNBP, 105 lulus SPAN PTKIN sementara 4 siswa berhasil menembus seleksi di lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pencapaian prestisius yang menegaskan bahwa madrasah tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga melahirkan calon-calon profesional masa depan.
Rapat penetapan kelulusan dipimpin Kepala MAN Kota Sawahlunto, Dafril Tuanku Bandaro fidampingi Kepala Tata Usaha Yurmaini, jajaran pimpinan madrasah, di antaranya Wakil Kepala Oky Loly Wenny, Wakasarpras Husein Al Hafez, Wakil Humas Nofri Hendra dan Bendahara Junnidar.
Dafril mengtakan bahwa, rapat tersebut lebih dari sekadar agenda administratif, rapat ini menjelma menjadi ruang refleksi kolektif. Setiap nama yang dibacakan bukan hanya data akademik, tetapi kisah tentang ketekunan, kegagalan yang diatasi, dan harapan yang diperjuangkan. Para guru menimbang dengan hati-hati, mengedepankan objektivitas, integritas, serta rekam jejak sikap selama proses pendidikan.
“Diskusi berlangsung mendalam, menelusuri setiap capaian siswa akademik maupun karakter. Di sinilah nilai sebuah madrasah diuji: tidak hanya meluluskan, tetapi memastikan bahwa yang dilepas adalah pribadi yang siap menghadapi dunia.” ucapnya.
Kepala madrasah menambahkan bahwa keputusan akhir telah dirumuskan, namun tidak serta-merta diumumkan. Ada jeda yang sengaja diciptakan yang memberi waktu bagi semua pihak untuk bersiap menerima kabar yang telah lama dinanti.
Waka Humas Nofri Hendra mengatakan bahwa MAN Kota Sawahlunto memilih mengumumkan hasil kelulusan pada pukul 20.00 WIB melalui laman resmi madrasah dengan link yang sudah disiapkan secara prifesional. Sebuah pilihan yang mencerminkan adaptasi terhadap zaman, di mana teknologi menjadi jembatan antara harapan dan kenyataan. Hal ini sejalan dengan strategi agar siswa tidak euforia dan melakukan coret-coretan seragam madrasah.
Sementara itu Wakil Kurikulum Oky Loly Wenny mengungkapkan Pada malam ini ribuan doa akan bertemu dengan satu klik, menghadirkan haru, lega, bahkan air mata bahagia.
“Bagi siswa kelas XII, hari kelulusan bukanlah akhir, melainkan gerbang menuju perjalanan yang lebih luas. Ia adalah penutup dari satu bab kehidupan, sekaligus pembuka lembaran baru yang penuh kemungkinan.
Sementara bagi MAN Kota Sawahlunto, capaian ini menjadi penegasan komitmen mendidik tidak hanya untuk lulus, tetapi untuk berhasil. Tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang dalam karakter.” ujar sosok yang akrab dipanggil ummi. (Humas).






