BREAKING NEWSPERISTIWA

631 Personel Gabungan Dikerahkan Cari Korban Galodo Solok, Satu Warga Masih Hilang

×

631 Personel Gabungan Dikerahkan Cari Korban Galodo Solok, Satu Warga Masih Hilang

Sebarkan artikel ini

SOLOK, HARIANHALUAN.ID— Operasi pencarian dan pertolongan korban galodo di Kabupaten Solok diperkuat 631 personel gabungan. Hingga Selasa (22/9/2026) sore, satu warga masih dalam pencarian setelah seorang korban lainnya ditemukan meninggal dunia.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Padang, Abdul Malik, mengatakan ratusan personel dari berbagai unsur terus menyisir kawasan terdampak, terutama titik-titik yang diduga menjadi jalur aliran material galodo.

“Tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan. Seluruh unsur yang terlibat terus dimaksimalkan di lapangan,” ujar Abdul Malik.

Operasi SAR melibatkan Basarnas, TNI, Polri, Brimob, BPBD, Satpol PP, Damkar, PMI, Dinas Kesehatan, PUPR, relawan hingga masyarakat.

Dari data sementara Basarnas, dua warga sebelumnya dilaporkan hilang setelah galodo menerjang kawasan Nagari Batang Barus dan Nagari Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang, Senin (21/9/2026) malam.

Baca Juga  Perumda Air Minum Kota Padang Salurkan Bantuan untuk Korban Galodo

Satu korban, Dafi (20), warga Kayu Aro Aia Baliang, ditemukan tim SAR gabungan sekitar pukul 13.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Jasad korban ditemukan sekitar 4,5 kilometer dari lokasi kejadian dan kemudian dievakuasi ke RSUD Arosuka.

Sementara seorang warga lainnya, Algusral (59), warga Jorong Pasar Usang Lubuk, Nagari Koto Gadang Guguak, masih belum ditemukan.

Abdul Malik mengatakan penyisiran terus diperluas. Tim tidak hanya melakukan pencarian di sekitar lokasi awal kejadian, tetapi juga menelusuri aliran sungai yang diduga menjadi jalur terbawanya korban maupun material galodo.

“Kami terus melakukan penyisiran dan pencarian di sejumlah titik yang dianggap memungkinkan korban berada,” katanya.

Selain pencarian, tim gabungan juga menangani warga yang terdampak bencana. Data sementara mencatat 36 warga terdampak, dengan empat orang mengalami luka-luka.

Baca Juga  IWAPI dan Kwarcab Sawahlunto Bantu Korban Bencana Tanah Datar dan Solok

Tiga korban luka dirawat di RSUD Arosuka, sedangkan satu lainnya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Semen Padang. Sebanyak 32 warga lainnya telah dievakuasi dari kawasan terdampak.

Untuk mendukung operasi, tim SAR mengerahkan berbagai peralatan, mulai dari kendaraan penyelamatan, excavator, peralatan evakuasi dan medis hingga drone termal.

Abdul Malik mengatakan operasi akan terus dilakukan sampai korban yang masih hilang ditemukan.

“Kami akan terus berupaya maksimal bersama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR ini,” ujarnya.

Hingga Selasa sore, kondisi di sejumlah lokasi terdampak masih dalam penanganan. Tim gabungan juga mengimbau masyarakat agar tidak mendekati kawasan yang masih berbahaya, khususnya aliran sungai dan wilayah yang rawan longsor susulan. (*)