HIBURAN

Gelanggang Bancalaweh, Saksi Bisu Kisah Pilu Percintaan Zainuddin dan Hayati

×

Gelanggang Bancalaweh, Saksi Bisu Kisah Pilu Percintaan Zainuddin dan Hayati

Sebarkan artikel ini

HARIANHALUAN.id – Tenggelamnya Kapal Van der Wijck merupakan satu dari sekian mahakarya sastra Buya Hamka yang populer dan melegenda di seluruh penjuru negeri.

Romansa Zainuddin dan Hayati begitu pilu menyayat hati. Dua tokoh utama ini, membuat pembaca larut sekaligus iba atas kasih yang tak sampai itu.

Novel ini bahkan diangkat ke layar lebar tahun 2013 yang disutradarai Sunil Soraya dan diproduseri Ram Soraya. Film ini dibintangi Pevita Pearce sebagai Hayati dan Herjunot Ali sebagai Zainuddin.

Baca Juga  Dramatis, Alam Cahayo Tuah Nagori Tumbangkan Bintang Emas Cahaya Intan di Partai Final Tepian Narosa 2026,  Sungai Kuantan Bergemuruh

Namun, di dalam kisah novel yang terbit pertama kali tahun 1939 ini, terselip cerita keindahan alam surgawi. Di antaranya berlatar Kota Padang Panjang dan Batipuh.

Disebutkan pula Gelanggang Pacuan Kuda Bancalaweh, salah satu latar pertemuan dua sosok yang saling mencinta namun tak kunjung bisa menyatu, akibat adat istiadat.

Zainuddin dinilai tak punya garis keturunan yang jelas. Ayahnya memang berasal dari Minangkabau yaitu Batipuh, sementara ibunya berasal dari Mengkasar (Makassar). Orang Minang menyebut dia orang Makassar, sementara orang Makassar menyebut dia orang Minang.

Baca Juga  Glitter Rilis Single Terbaru “Jangan Lupain Kita” 
SIJUNJUNG

SIJUNJUNG, HARIANHALUAN.ID — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muaro Sijunjung bersinergi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang menyelenggarakan program Tailor Made Training bagi para warga binaan. Pelatihan keterampilan berbasis kemandirian ini dibuka secara resmi pada Selasa (22/9) oleh Kadis Nakertrans…