TELUKKUANTAN,HARIANHALUAN.ID — Duel sengit tersaji di partai final Festival Pacu Jalur Khrisma Event Nusantara Tepian Narosa 2026, Minggu (23/8). Jalur Alam Cahayo Tuah Nagori dari Nagari Sikakak, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi, berhasil menundukkan Bintang Emas Cahaya Intan asal Desa Tanjung, Kecamatan Hulu Kuantan.
Pertarungan dua jalur terbaik tersebut berlangsung dramatis. Jalannya laga final bahkan sempat tertunda setelah beberapa kali kedua jalur gagal dilepas secara bersamaan dari garis start.
Namun, begitu pacu dimulai, persaingan langsung berlangsung ketat. Sorak-sorai penonton yang memadati Tepian Narosa membahana mengiringi setiap kayuhan anak pacu. Jutaan pasang mata disebut menyaksikan pertarungan tersebut, baik secara langsung di Tepian Narosa maupun melalui siaran langsung di YouTube.
Pada pancang pertama, kedua jalur langsung beradu kecepatan. Bintang Emas Cahaya Intan berada di sisi kiri, sementara Alam Cahyo Tuah mengambil sisi kanan. Keduanya berpacu ketat dan silih mendahului sepanjang lintasan.
Memasuki pancang keempat dan kemudian menuju pancang kelima, duel semakin sengit. Kedua jalur terus berusaha menjaga ritme kayuhan terbaik. Namun, Alam Cahyo Tuah akhirnya mampu mengambil momentum dan perlahan meninggalkan lawannya.
Memasuki pancang kelima, haluan Alam Cahyo Tuah semakin tak terbendung. Jalur asal Nagari Sikakak tersebut berhasil mengandaskan perlawanan Bintang Emas Cahaya Intan dan memastikan kemenangan di partai puncak.
Kemenangan itu sekaligus mengantarkan Alam Cahyo Tuah sebagai jawara Festival Pacu Jalur Khrisma Event Nusantara Tepian Narosa 2026.
Sementara bagi Bintang Emas Cahaya Intan, kekalahan di partai final membuat jalur kebanggaan Desa Tanjung tersebut harus puas mengakhiri perjuangan sebagai runner-up.
Meski gagal merebut gelar juara, penampilan Bintang Emas Cahaya Intan tetap mendapat apresiasi. Jalur asal Hulu Kuantan itu mampu melaju hingga partai puncak setelah melewati persaingan ketat dengan jalur-jalur terbaik lainnya.
Final tersebut sekaligus menjadi gambaran betapa sengitnya persaingan pacu jalur di Tepian Narosa. Bukan hanya adu cepat, setiap kayuhan menjadi pertaruhan kekompakan dan strategi puluhan anak pacu yang berada di atas jalur.
Riuh penonton di tepian sungai berpadu dengan sorak-sorai pendukung kedua jalur. Sementara di dunia maya, ribuan hingga jutaan penonton turut mengikuti jalannya pertandingan melalui livestreaming YouTube.
Tepian Narosa pun kembali menjadi saksi lahirnya juara baru dalam tradisi pacu jalur yang telah menjadi kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi. (*)






