HEADLINE

Catatan Arus Mudik dan Arus Balik di Sumbar : Kemacetan Masih Menjadi Momok Utama

×

Catatan Arus Mudik dan Arus Balik di Sumbar : Kemacetan Masih Menjadi Momok Utama

Sebarkan artikel ini
Pengunjing tengah menikmati wahana wisata yang ada di kawasan Danau Diatas, Kabupaten Solok, Minggu (22/3). Kawasan Danau Diatas banyak dikunjungi pengunjung dari dalam maupun luar Sumbar pada momen libur Lebaran kemarin. IRHAM

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Laju pertumbuhan kendaraan yang masuk ke wilayah Sumatera Barat (Sumbar) selama arus mudik dan arus balik Lebaran lalu tidak lagi sebanding dengan kapasitas dan kualitas infrastruktur jalan yang tersedia. Akibatnya, kepadatan lalu lintas masih menjadi momok bagi para pemudik yang hendak berlebaran di kampung halaman.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, Kombes Pol Reza Chairul Akbar mengungkapkan bahwa arus balik Lebaran tahun ini sejatinya telah melewati puncaknya sejak dua hari lalu. Namun demikian, kepadatan lalu lintas masih terasa di berbagai titik, terutama di kawasan wisata dan pusat aktivitas masyarakat.

“Arus balik sudah melewati puncaknya. Namun, memang kami masih melihat adanya peningkatan jumlah kendaraan yang masuk ke Sumbar. Untuk angka pastinya masih menunggu data dari instansi terkait yang mungkin melakukan pencatatan,” ujarnya kepada Haluan, Rabu (25/3).

Ia mencatat puncak kepadatan arus lalu lintas di Sumbar pada masa arus balik di Sumbar terjadi pada Senin hingga Selasa (24/3) malam. Dalam kurun waktu tersebut rata-rata kendaraan yang melintas dalam satu menit mencapai 100 sampai 200 unit kendaraan, didominasi kendaraan roda empat.

Baca Juga  Perkuat Peran Penggiat Budaya di Masa Transformasi, Telkom Kembali Gelar Culture Festival TelkomGroup 2026

Akibat tingginya volume kendaraan tersebut, kepadatan dan kemacetan arus lalu lintas tidak bisa terelakkan, terutama di jalur Padang–Bukittinggi. “Dalam dua hari yang lalu personel bertugas 24 jam nonstop di lapangan untuk melakukan pengaturan, dan mengurai kemacetan agar tidak berhenti total,” katanya.

Meski dihantam lonjakan mobilitas kendaraan, Kombes Pol Reza menyatakan capaian positif berhasil diraih dari sisi keselamatan. Angka kecelakaan lalu lintas, termasuk korban meninggal dunia mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

Namun begitu, ia mengakui bahwa persoalan klasik Sumbar setiap kali Lebaran kembali mencuat. Tingginya antusiasme masyarakat baik pemudik maupun wisatawan lokal yang memadati destinasi unggulan di Sumbar, berbanding terbalik dengan keterbatasan kapasitas jalan.

“Kepadatan terjadi hampir di semua titik. Sementara kapasitas jalan kita tidak sebanding dengan arus kendaraan yang masuk. Ini yang membuat efektivitas rekayasa lalu lintas menjadi terbatas,” katanya.

Baca Juga  Ketua GOW Pasbar : Perempuan Harus Mengisi 30 Persen  Keterwakilan di Politik

Untuk mengantisipasi hal ini, ia mengatakan, aparat kepolisian telah menerapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas seperti contra flow, sistem satu arah (one way), buka-tutup jalan, hingga pengalihan arus. Namun, langkah tersebut belum mampu menjadi solusi jangka panjang karena terbentur keterbatasan infrastruktur.

Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa Sumbar membutuhkan lompatan besar dalam pembangunan jaringan jalan, termasuk kehadiran jalan tol sebagai alternatif distribusi arus kendaraan.

“Sudah saatnya kapasitas jalan kita ditingkatkan atau ditambah. Bahkan kebutuhan akan jalan tol di Sumbar menjadi salah satu catatan penting, karena volume kendaraan sudah tidak seimbang dengan kapasitas jalan yang ada,” katanya.

Di sisi lain, perilaku pengendara selama musim mudik dan arus balik tahun ini dinilai relatif lebih baik. Tingkat kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas meningkat, meskipun masih ditemukan pelanggaran dalam skala terbatas. “Secara umum masyarakat cukup disiplin. Memang ada satu dua pelanggaran, tapi setelah diimbau, mereka tetap kooperatif mengikuti arahan petugas,” katanya.