SUMBAR

Euis “Mencuri Panggung”, Hani Khumaira Bersinar di Penutup Musikal Semesta Berdendank

×

Euis “Mencuri Panggung”, Hani Khumaira Bersinar di Penutup Musikal Semesta Berdendank

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, HARIANHALUAN.ID- Riuh tepuk tangan menggema di Taman Ismail Marzuki saat pertunjukan Pasar Dangdoet: Semesta Berdendank resmi ditutup. Malam itu bukan sekadar penutup sebuah pementasan, melainkan klimaks dari sebuah karya yang berhasil “meledak” di atas panggung menghidupkan dangdut dalam balutan cerita yang segar, emosional, sekaligus menghibur.

Di antara puluhan pemain yang tampil, satu nama mencuat dan menjadi perbincangan hangat penonton yaitu karakter Euis yang diperankan oleh Hani Khumaira, sosok Euis tampil mencuri perhatian sejak awal hingga akhir pertunjukan.

Tak hanya mengandalkan kekuatan vokal, Hani menunjukkan penghayatan peran yang begitu dalam membuat penonton seolah tak sedang menyaksikan akting, melainkan potongan kehidupan nyata yang dipentaskan.

Di usia yang baru 17 tahun, gadis berdarah Minang ini menunjukkan kualitas akting dan musikalitas yang melampaui usianya. Putri dari pasangan Lisda dan Hendrajoni itu tampak mewarisi bakat seni dari sang ibu, yang pernah dikenal sebagai penyanyi religi.

Bakat tersebut bukan datang secara instan. Sejak duduk di bangku SMP, Hani telah menorehkan prestasi di dunia tarik suara, termasuk menjuarai lomba menyanyi di sekolah Al-Azhar dan dipercaya menjadi Ketua Vocal Group Rawdha Voice.

Baca Juga  Muhammad Kamaily Resmi Jabat Plt Karutan Kelas II B Batusangkar

Kini, langkahnya di dunia seni pertunjukan semakin serius. Selain aktif menempuh pendidikan di Jakarta, Hani juga bergabung dengan Godslave Management yang berada di bawah naungan Atta Halilintar. Sejumlah tawaran peran film pun mulai berdatangan.

Namun di panggung Semesta Berdendank, Hani bukan sekadar pendatang baru. Ia tampil layaknya bintang utama yang siap bersinar lebih besar di industri hiburan Tanah Air.

“Ini pengalaman yang luar biasa. Bisa tampil di panggung sebesar ini, dengan tim yang hebat, jadi momen yang sangat berharga buat saya,” ujar Hani usai pertunjukan, Selasa (7/4/2026).

Musikal ini sendiri mengangkat kisah kehidupan pasar tradisional yang terdesak arus modernisasi. Tokoh Adeng yang bermimpi menjadi aktor sekaligus komika harus berhadapan dengan realita dan tuntutan keluarga. Konflik tersebut mengalir ringan namun mengena, dibalut musik dangdut yang enerjik dan dialog yang dekat dengan keseharian masyarakat.

Baca Juga  Pasar Pabukoan Payakumbuh Pindah ke Eks Bioskop Karya

Lebih dari sekadar hiburan, Semesta Berdendank hadir sebagai cermin sosial tentang mimpi yang kerap harus bernegosiasi dengan kenyataan, tentang keluarga, tekanan hidup, dan harapan yang tak selalu sejalan.

Di balik gemerlap panggung, pertunjukan ini merupakan hasil dari proses panjang selama tujuh bulan latihan, melibatkan 42 pemain dan total 163 kru produksi. Seluruhnya digerakkan oleh Semangat Seni Prasetiya Mulya yang membawa misi menghidupkan kembali seni budaya Indonesia melalui kemasan modern.
Hasilnya pun terasa kuat dan membekas.

Salah seorang penonton, Dina (27), mengaku tak menyangka akan terbawa suasana saat menyaksikan pertunjukkan tersebut.

“Pas lihat Euis tampil, merinding. Kita betul-betul terbawa suasana dengan perannya. Jarang banget teater musikal nasional bisa sekuat ini,” katanya.

Di penghujung pertunjukan, satu hal menjadi jelas, Semesta Berdendank bukan sekadar tontonan. Dan sosok Euis yang dihidupkan oleh Hani Khumaira berhasil mencuri panggung sekaligus membuka jalan bagi lahirnya bintang baru di dunia teater musikal Indonesia. (*)