SUMBAR

METI Sumbar Gandeng Pemko Padang, Siapkan Kolaborasi Ubah Sampah Jadi Energi Penggerak Ekonomi Sirkular

×

METI Sumbar Gandeng Pemko Padang, Siapkan Kolaborasi Ubah Sampah Jadi Energi Penggerak Ekonomi Sirkular

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.IDPersoalan sampah di Kota Padang tidak lagi cukup diselesaikan hanya dengan mengangkut dan membuangnya ke tempat pemrosesan akhir. 

Di tengah meningkatnya volume sampah dan kebutuhan energi bersih, pendekatan baru berbasis ekonomi sirkular dan energi terbarukan mulai disiapkan melalui kolaborasi antara Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Wilayah Sumatera Barat dengan Pemerintah Kota Padang.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat pembahasan Nota Kesepahaman (MoU) antara METI Sumbar dan Pemerintah Kota Padang, serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Bidang Hukum dan Kerja Sama Sekretariat Daerah Kota Padang, Kamis (16/7/2026).

Rapat dipimpin Ketua Umum METI Wilayah Sumbar Ir Firman Hidayat MT, didampingi Wakil Ketua Desrialdi, Sekretaris Fauzi, Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Ekonomi Sirkular Alfin, serta pakar Teknologi Tepat Guna Hendri Sawir. 

Dari Pemerintah Kota Padang hadir Kepala Bagian Hukum, Kepala Bagian Kerja Sama Sekretariat Daerah, Analis Kebijakan Ahli Madya Dra. Sandra Imelda H., M.Si., serta Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah (TKKSD) Kota Padang.

Baca Juga  Puncak Haji Tuntas, Jemaah Sumbar Terharu atas Dedikasi Petugas Kloter 15

Kolaborasi tersebut tidak hanya diarahkan pada penyusunan dokumen kerja sama, tetapi menjadi langkah awal membangun ekosistem pengelolaan sampah yang mampu menghasilkan nilai ekonomi sekaligus energi bersih bagi masyarakat.

Ketua Umum METI Sumbar Ir Firman Hidayat mengatakan, persoalan sampah harus dipandang sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi energi dan peluang ekonomi baru. Menurutnya, paradigma “kumpul-angkut-buang” sudah saatnya bergeser menjadi “olah-manfaatkan-berdayakan”.

“METI siap menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Padang dalam menghadirkan berbagai inovasi energi terbarukan berbasis masyarakat. Sampah organik maupun anorganik memiliki potensi besar untuk diolah menjadi sumber energi sekaligus menciptakan lapangan usaha baru,” ujarnya.

Firman menjelaskan, ruang lingkup kerja sama nantinya mencakup pengembangan berbagai teknologi energi terbarukan, mulai dari biomassa, produksi bahan bakar alternatif melalui teknologi pirolisis, hingga pemanfaatan sampah sebagai sumber energi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA). 

Seluruh program akan didorong dengan pendekatan ekonomi sirkular sehingga limbah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan bahan baku yang memiliki nilai tambah.

Baca Juga  BREAKINGNEWS: Kabut Asap di Kota Padang Naik Level Tidak Sehat, Indeks Pencemaran Udara Capai 105

Selain pengembangan teknologi, METI juga menyiapkan program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan, pendampingan kelompok pengelola sampah, penguatan bank sampah, hingga pengembangan usaha mikro berbasis hasil daur ulang dan energi terbarukan.

Sekretaris METI Sumbar, Fauzi, menambahkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat. 

Karena itu, sinergi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan sektor swasta menjadi kunci agar transformasi menuju ekonomi sirkular dapat berjalan berkelanjutan.

“METI membuka pintu selebar-lebarnya bagi seluruh pihak yang ingin berkolaborasi. Baik pemerintah, akademisi, pelaku usaha, industri maupun komunitas memiliki peran penting dalam mempercepat pengurangan sampah sekaligus pengembangan energi terbarukan di Sumatera Barat,” katanya.

Melalui kerja sama tersebut, Kota Padang diharapkan tidak hanya mampu mengurangi beban sampah yang terus meningkat setiap tahun, tetapi juga menjadi contoh pengembangan ekonomi hijau yang mampu menciptakan energi bersih, mengurangi emisi gas rumah kaca, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya yang selama ini terbuang.