PASAMAN, HARIANHALUAN.ID — Pemerintah Kabupaten Pasaman terus memperkuat langkah menyiapkan tenaga kerja terampil guna mendukung target penciptaan 1.000 lapangan kerja. Salah satu upaya itu diwujudkan melalui Pelatihan Vokasi Nasional Batch 1–Tailor Made Training (TMT) yang resmi ditutup di UPT BLK Lubuk Sikaping, Senin (20/04/2026)
Sebanyak 80 peserta dari berbagai kejuruan dinyatakan menuntaskan pelatihan dan siap bersaing di dunia usaha dan industri (DUDI), maupun membangun usaha secara mandiri.
Penutupan pelatihan dilakukan Asisten Administrasi Umum Setdakab Pasaman, Roichard, mewakili Bupati Pasaman Welly Suhery. Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Roichard menegaskan pelatihan vokasi bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia yang terukur.
“Peningkatan kualitas tenaga kerja harus disesuaikan dengan kebutuhan zaman dan permintaan pasar kerja. Karena itu, pelatihan berbasis kompetensi menjadi langkah penting dalam mendukung target penciptaan 1.000 lapangan kerja di Pasaman,” ujar Roichard.
Menurutnya, penguatan kompetensi tenaga kerja menjadi salah satu fokus pemerintah daerah agar lulusan pelatihan memiliki daya saing, produktivitas, dan peluang lebih besar untuk terserap di sektor formal maupun informal.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman, Dr. Ariswan, mengatakan pelatihan dirancang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) serta kebutuhan industri dan potensi ekonomi lokal.
Adapun bidang pelatihan yang diikuti peserta meliputi instalasi listrik, tata boga, menjahit bedcover lanjutan, tata rias pengantin, dan cost estimator konstruksi.
“Orientasi pelatihan ini bukan hanya menghasilkan lulusan siap kerja, tetapi juga mendorong lahirnya wirausaha baru dari peserta yang memiliki keterampilan terukur,” kata Ariswan.
Selain materi teknis, peserta juga mendapatkan fasilitas penunjang berupa pakaian kerja, modul, konsumsi, uang saku, hingga perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Yang membedakan program ini, seluruh peserta juga mengikuti uji kompetensi, dengan peserta yang lulus memperoleh sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sebagai pengakuan resmi atas kompetensi yang dimiliki.
Program ini merupakan kolaborasi antara Pemkab Pasaman dan Kementerian Ketenagakerjaan RI melalui BPVP Padang, sebagai bagian dari penguatan pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri.
Pemerintah daerah berharap para lulusan pelatihan dapat segera terserap di dunia kerja, membuka usaha baru, sekaligus berkontribusi menekan angka pengangguran.
Dengan penguatan pelatihan yang berkelanjutan, Pemkab Pasaman optimistis target 1.000 lapangan kerja dapat diwujudkan secara bertahap. (*)









