PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID – Sebuah mobil dilaporkan terbakar di depan SPBU Simpang Lagan, Kenagarian Punggasan Utara, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (4/5/2026) dini hari. Peristiwa ini sempat memicu kekhawatiran warga karena lokasi kejadian berada tepat di area stasiun pengisian bahan bakar.
Informasi yang dihimpun, laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 04.48 WIB oleh tim Damkar Pos Balai Selasa. Tak butuh waktu lama, regu piket A langsung bergerak menuju lokasi dan tiba dalam waktu sekitar 12 menit.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik pada kendaraan. Percikan api kemudian menyambar bahan bakar minyak (BBM) yang berada di atas mobil, sehingga api dengan cepat membesar dan melalap seluruh badan kendaraan.
Petugas pemadam kebakaran langsung melakukan serangkaian upaya penanggulangan, mulai dari pemadaman utama, pendinginan, hingga proses overhaul untuk memastikan tidak ada titik api tersisa. Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 06.00 WIB.
Meski satu unit mobil hangus terbakar dengan taksiran kerugian mencapai Rp40 juta, petugas berhasil mencegah api merambat ke fasilitas SPBU yang berada sangat dekat dengan titik kejadian. Keberhasilan ini dinilai krusial mengingat potensi ledakan dan dampak yang jauh lebih besar.
Data yang diperoleh, pelapor dalam kejadian ini adalah Yumadrizen (42), seorang wiraswasta yang berdomisili di Rantau Batu Ambacang, Kenagarian Padang XI Punggasan.
Pelaksana harian (Plh) Kasat Pol PP dan Damkar Pesisir Selatan, Dongki Agung Pribumi, mengapresiasi respons cepat tim di lapangan yang dinilai berhasil mencegah kebakaran meluas.
“Kami mengapresiasi kesigapan personel di lapangan yang bergerak cepat sehingga api dapat dikendalikan dan tidak menjalar ke area SPBU. Ini sangat penting karena risikonya bisa jauh lebih besar,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik pada kendaraan.
“Kami mengingatkan masyarakat agar rutin memeriksa kondisi kendaraan, khususnya sistem kelistrikan, serta tidak membawa bahan mudah terbakar secara sembarangan karena sangat berisiko,” tambahnya.












