PESISIR SELATAN

Perangi Stunting dan Kemiskinan, TP PKK Pessel Siapkan Kader hingga Tingkat Dasawisma

×

Perangi Stunting dan Kemiskinan, TP PKK Pessel Siapkan Kader hingga Tingkat Dasawisma

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID – Upaya memperkuat peran kader pemberdayaan masyarakat hingga ke tingkat nagari terus dilakukan Tim Penggerak PKK Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Salah satunya melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Ketua TP PKK dan Ketua TP Posyandu se-Kabupaten Pesisir Selatan Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Kota Padang, Senin (8/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dan memperkuat kapasitas para kader dalam menjalankan berbagai program pembangunan berbasis keluarga. Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini juga menjadi titik awal percepatan implementasi program unggulan daerah bertajuk GEMA PKK PESSEL MAJU.

Pelatihan dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Pesisir Selatan, Lisda Hendrajoni. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kader PKK dan Posyandu merupakan ujung tombak pembangunan masyarakat yang berperan besar dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Menurutnya, peningkatan kapasitas kader menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar di tengah berbagai tantangan pembangunan saat ini, mulai dari penguatan ekonomi keluarga, penanganan stunting, hingga ketahanan pangan.

“Kader PKK dan Posyandu adalah garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, kapasitas dan kualitas mereka harus terus ditingkatkan agar program-program pemerintah dapat berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujar Lisda.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan organisasi dan manajerial, tetapi juga menjadi sarana penyamaan persepsi dalam menjalankan program GEMA PKK PESSEL MAJU yang telah dirancang sebagai gerakan pemberdayaan masyarakat berbasis keluarga.

Baca Juga  PLN Berhasil Pulihkan 100 Persen Pasokan Listrik di Sumatera Barat

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ekonomi rumah tangga, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta mengoptimalkan berbagai potensi sumber daya lokal yang dimiliki Kabupaten Pesisir Selatan.

Lisda mengungkapkan, sejumlah fokus utama program meliputi percepatan penurunan angka stunting, penguatan ketahanan pangan keluarga, peningkatan ekonomi masyarakat, serta pengembangan sektor pertanian, peternakan, kelautan, dan pariwisata sebagai sumber penghidupan warga.

“GEMA PKK PESSEL MAJU bukan hanya program PKK semata, tetapi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk membangun keluarga yang mandiri dan sejahtera,” katanya.

Ia menambahkan, pelaksanaan program tersebut memiliki landasan hukum yang kuat, di antaranya Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2017 tentang Gerakan PKK, Permendagri Nomor 36 Tahun 2020 tentang Gerakan PKK, Permendagri Nomor 18 Tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa, serta Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal.

Untuk memastikan keberlanjutan program, setiap nagari nantinya didorong mengalokasikan anggaran pemberdayaan masyarakat melalui APB Nagari. Pendanaan juga dapat diperkuat melalui dukungan TP PKK Kabupaten, dana desa, hibah, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Dalam implementasinya, program akan melibatkan berbagai unsur masyarakat mulai dari TP PKK Nagari, kelompok Dasawisma, Posyandu, hingga perangkat daerah terkait seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Pertanian, dan Dinas Perikanan dan Pangan yang akan memberikan pendampingan teknis serta penyuluhan kepada masyarakat.

Pada tahap awal, kegiatan akan difokuskan pada pembentukan kepengurusan hingga tingkat Dasawisma, pelatihan keterampilan masyarakat, distribusi bibit tanaman dan ternak, serta optimalisasi pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga.

Baca Juga  Satpol PP Pessel Tertibkan Organ Tunggal Malam Hari, Dua Lokasi Dihentikan Secara Persuasif

Sementara untuk jangka panjang, program diarahkan pada pengembangan kemitraan ekonomi masyarakat melalui Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai mitra pemasaran hasil produksi warga.

Selain itu, TP PKK Kabupaten juga merencanakan pelaksanaan studi banding ke daerah yang dinilai berhasil dalam membangun ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat guna memperkaya inovasi yang dapat diterapkan di Pesisir Selatan.

Lisda menegaskan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kekompakan dan sinergi seluruh pihak. Karena itu, ia meminta Ketua TP PKK Kecamatan berperan aktif sebagai pengawas dan evaluator pelaksanaan program, sementara Ketua TP PKK Nagari harus menjadi motor penggerak di tengah masyarakat.

“Kita ingin seluruh kader menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Perkuat koordinasi, tingkatkan kualitas pelaporan, dan terus hidupkan semangat gotong royong agar program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucapnya lagi.

Menutup sambutannya, Lisda Hendrajoni mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dan ditularkan kepada kader lain di wilayah masing-masing.

Ia optimistis, melalui penguatan kapasitas kader serta kolaborasi yang solid antara pemerintah, nagari, dan masyarakat, program GEMA PKK PESSEL MAJU akan menjadi salah satu motor penggerak dalam mewujudkan Pesisir Selatan yang lebih mandiri, sehat, produktif, dan sejahtera.