HEADLINE

Jembatan Putus Akibat Banjir di Bayang Utara Segera Dibangun, Pemkab Pessel Siapkan Anggaran Rp2,2 Miliar

×

Jembatan Putus Akibat Banjir di Bayang Utara Segera Dibangun, Pemkab Pessel Siapkan Anggaran Rp2,2 Miliar

Sebarkan artikel ini

PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID – Harapan masyarakat Kampung Ngalau Gadang, Nagari Limau Gadang, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, untuk kembali memiliki akses penghubung yang layak segera terwujud. Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) memastikan pembangunan kembali jembatan yang putus akibat bencana banjir dan longsor pada akhir 2025 lalu akan segera dilaksanakan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kabupaten Pesisir Selatan, Fahresi Eka Siska, mengatakan saat ini seluruh tahapan perencanaan pembangunan telah rampung dan pemerintah daerah tinggal menunggu hasil review serta probity audit dari Inspektorat sebelum pekerjaan fisik dimulai.

“Perencanaan sudah selesai. Saat ini kami menunggu hasil pemeriksaan dari Inspektorat melalui mekanisme probity audit. Begitu selesai, langsung kita kerjakan. Target kami bulan Juni ini sudah mulai dikerjakan,” kata Eka di Painan, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari Transfer Keuangan Daerah (TKD) sekaligus masuk dalam kategori proyek strategis daerah. Karena itu, seluruh proses harus melalui pengawasan ketat guna memastikan pelaksanaan berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari kepentingan tertentu.

“Ini merupakan proyek strategis daerah. Kegiatan ini harus transparan dan mendapat pendampingan dari Kejaksaan. Dalam waktu dekat kami juga akan melakukan ekspose bersama Kejaksaan,” ujarnya.

Baca Juga  Program Umrah ParagonCorp Telah Berangkatkan 5.000 Peserta sejak Tahun 2017

Jembatan yang akan dibangun merupakan jembatan tipe armco dengan bentang sepanjang 18 meter dan lebar sekitar 5 meter. Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,2 miliar untuk membangun kembali akses vital yang menghubungkan kawasan Limau-Limau dan Ngalau Gadang tersebut.

Eka mengatakan bahwa proyek tersebut sudah dipastikan akan dilaksanakan. Keterlambatan yang terjadi saat ini bukan karena adanya perubahan rencana, melainkan karena pemerintah masih menunggu proses review dari Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

“Kami sudah menyampaikan kepada masyarakat saat kunjungan bersama Pak Wakil Bupati pada 30 Mei lalu bahwa pekerjaan akan dimulai pada Juni. Namun karena ada proses probity audit oleh APIP melalui Inspektorat, maka kami menunggu hasil review terlebih dahulu,” jelasnya.

Selain pembangunan Jembatan Limau-Limau–Ngalau Gadang, terdapat empat proyek strategis daerah lainnya yang juga tengah dipersiapkan. Di antaranya pembangunan Jembatan Inunang di Kecamatan Batang Kapas, pembangunan Jembatan Gantung Bintungan di Nagari Pelangai Gadang, Kecamatan Ranah Pesisir, serta dua paket rekonstruksi jalan yang mengalami kerusakan akibat bencana banjir.

Baca Juga  Bukittinggi Raih Penghargaan The 5th ASEAN Clean Tourist City Award

Paket rekonstruksi jalan tersebut meliputi ruas Balai Selasa–Pelangai Gadang dan Simpang Lubuak Cubadak–Pelangai Kecil di Kecamatan Ranah Pesisir pada Paket 4. Sementara Paket 5 mencakup ruas Muaro Aia Pancung Taba di Kecamatan Bayang Utara, Simpang Tabek–Taratak Tampatih di Kecamatan Batang Kapas, hingga ruas Medan Baik–Padang Panjang I di Kecamatan Lengayang.

Sebelumnya, Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim telah meninjau langsung lokasi jembatan pada 30 Mei 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan pemerintah daerah berkomitmen mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat.

Saat ini warga masih mengandalkan jembatan darurat berbahan kayu untuk beraktivitas. Jembatan sederhana itu menjadi satu-satunya akses bagi masyarakat menuju kebun, sekolah, serta berbagai kebutuhan sehari-hari.

“Kami berada di lokasi jembatan antara Limau-Limau dengan Ngalau Gadang. Inilah jembatan yang saat banjir dan longsor kemarin terban dan terputus. Insya Allah bulan depan pekerjaan ini akan kita mulai,” ujar Risnaldi saat melakukan peninjauan.

Pembangunan kembali jembatan tersebut diharapkan dapat memulihkan mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat yang selama berbulan-bulan terdampak akibat terputusnya akses penghubung utama di kawasan tersebut.