TANAH DATAR, HARIANHALUAN.ID — Semangat pelestarian budaya daerah terus digaungkan melalui pelaksanaan Bumi Minangkabau Festival yang digelar di Lapangan Cindua Mato, Batusangkar.(17-20/9)
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Komunitas Sanggar Sari Bunian Andaleh Baruah Bukik melalui program Bumi Indonesia Raya, dengan dukungan dana dari Kementerian Kebudayaan.
Ketua Panitia, Afrizal, mengatakan festival tersebut menjadi salah satu ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal, mencintai sekaligus mengembangkan budaya daerah.
“Harapan kita melalui kegiatan ini tumbuh kepedulian masyarakat terhadap budaya daerahnya masing-masing. Budaya jangan hanya dikenal, tetapi juga harus terus dikembangkan dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya,” ujar Afrizal.
Dalam pelaksanaannya, Bumi Minangkabau Festival menghadirkan sejumlah kegiatan dan perlombaan yang mengangkat tema budaya. Di antaranya Lomba Konten Samba Lado, Lomba Parade Busana Tradisional, serta Lomba Foto Budaya.
Sementara itu, lomba mewarnai yang sebelumnya direncanakan dalam rangkaian kegiatan tersebut dibatalkan atau cancel.
Menurut Afrizal, berbagai lomba tersebut sengaja dikemas dengan pendekatan kreatif agar budaya daerah dapat lebih dekat dengan generasi muda, terutama di tengah perkembangan teknologi dan media sosial.
Ia berharap para peserta tidak hanya menjadi penikmat budaya, tetapi juga mampu melakukan inovasi tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas daerah masing-masing.
“Kita berharap anak-anak muda bisa memodifikasi dan mengembangkan budaya dari daerahnya masing-masing. Kreativitas boleh berkembang, tetapi identitas dan nilai budaya tetap harus dijaga,” katanya.
Afrizal menambahkan, keberagaman budaya Indonesia merupakan kekayaan yang harus dirawat bersama. Setiap daerah memiliki tradisi, pakaian, kesenian dan kearifan lokal yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan kebudayaan sekaligus potensi ekonomi kreatif.
“Jangan sampai generasi muda lebih mengenal budaya dari luar daripada budaya daerahnya sendiri. Melalui festival seperti ini, kita ingin membangun kembali rasa bangga terhadap budaya sendiri,” pungkasnya.(*)












