HEADLINE

TKD Jadi Andalan Pemulihan Ekonomi Peternak Korban Bencana di Lima Puluh Kota

×

TKD Jadi Andalan Pemulihan Ekonomi Peternak Korban Bencana di Lima Puluh Kota

Sebarkan artikel ini

LIMA PULUH KOTA, HARIANHALUAN.ID — Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan mengalokasikan bantuan ternak senilai lebih dari Rp1 miliar yang bersumber dari Dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam. Bantuan tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi peternak yang selama ini kehilangan sumber penghasilan akibat banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota, drh. Devi Kusmira, mengatakan kondisi sektor peternakan tahun ini cukup terdampak oleh berbagai bencana yang melanda sejumlah wilayah di kabupaten tersebut.

“Hingga saat ini memang tidak ada laporan kematian ternak besar akibat bencana. Namun dampak yang dirasakan peternak cukup besar, mulai dari rusaknya lahan hijauan pakan, kerusakan kandang, hingga meningkatnya risiko penyakit ternak akibat kondisi lingkungan yang lembab dan kotor,” ujar Devi saat diwawancarai, Selasa (14/7).

Menurutnya, berkurangnya ketersediaan hijauan pakan berkualitas menyebabkan penurunan kondisi kesehatan ternak. Dampak lainnya adalah terganggunya reproduksi ternak karena kekurangan nutrisi, sehingga secara tidak langsung turut menurunkan pendapatan peternak.

Baca Juga  Kebakaran SPBU Indarung Diakibatkan Percikan Api di Sepeda Motor

Ia menyebutkan, daerah prioritas penanganan meliputi Kecamatan Suliki, Bukik Barisan, Gunuang Omeh, Guguak, Akabiluru, Situjuah Limo Nagari, Lareh Sago Halaban, Mungka, Pangkalan Koto Baru, hingga Kapur IX yang merupakan wilayah terdampak bencana.

Sebagai upaya pemulihan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menyiapkan dua skema bantuan melalui TKD. Pertama, bantuan hibah berupa 280 ekor kambing lengkap dengan bahan dan peralatan kandang bagi 28 kelompok tani dengan total anggaran Rp714.504.000. Kedua, bantuan sosial berupa 1.342 ekor ayam kampung, kandang, dan pakan kepada 61 kepala keluarga miskin kategori desil 1 dengan total anggaran Rp344.040.000.

“Bantuan ini bukan hanya berupa ternak hidup, tetapi juga dilengkapi pakan, obat-obatan, kandang serta pendampingan dari petugas kami agar bantuan benar-benar mampu meningkatkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Devi menjelaskan proses pelaksanaan program telah dimulai sejak Mei 2026 melalui tahapan administrasi, verifikasi calon penerima, penyusunan calon penerima dan calon lokasi (CPCL), hingga pengadaan bantuan. Penyaluran bantuan dijadwalkan berlangsung mulai akhir Juli hingga September 2026.

Baca Juga  Pilar Konservasi di Sumbar, Perhutanan Sosial untuk Kesejahteraan Masyarakat

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, penerima hibah kambing wajib berasal dari kelompok tani yang telah terdaftar di SIMLUTAN dan mendapat pembinaan dari Dinas Peternakan. Sementara bantuan sosial ayam kampung diberikan kepada warga terdampak bencana yang telah masuk dalam daftar by name by address (BNBA) dan terverifikasi dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) kategori miskin ekstrem atau desil 1.

Selain itu, pengawasan dilakukan melalui penyuluhan dan pembinaan rutin oleh petugas kesehatan hewan di setiap kecamatan dengan melibatkan pemerintah nagari sejak proses penetapan penerima hingga pemantauan perkembangan bantuan.

“Kami ingin bantuan ini benar-benar menjadi modal usaha yang berkembang. Ternak bukan hanya untuk dipelihara, tetapi juga menjadi tabungan produktif bagi keluarga sehingga mampu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana,” kata Devi.

Ia menambahkan, meski program asuransi ternak saat ini belum kembali diberlakukan, pemerintah terus melakukan edukasi kepada peternak mengenai mitigasi bencana, termasuk pemilihan lokasi kandang yang aman serta langkah-langkah penyelamatan ternak saat terjadi cuaca ekstrem. (*)