PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.ID — Konstelasi politik Kota Payakumbuh berpotensi mengalami perubahan setelah Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta dipastikan bergabung dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
Kepastian tersebut dikonfirmasi Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Partai Gerindra, Nurkhalis Dt. Bijo Dirajo, saat dihubungi melalui WhatsApp, Senin (21/9). Saat dikonfirmasi, Nurkhalis dan Zulmaeta tengah mengikuti dan menghadiri Pendidikan dan Pelatihan Laskar Gerindra Sumatera Barat.
Menurut Nurkhalis, Zulmaeta saat ini telah dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC Partai Gerindra Kota Payakumbuh.
“Sekarang beliau Plt Ketua DPC Gerindra Kota Payakumbuh. Nanti setelah SK diserahkan oleh Ketua Harian DPP Gerindra, beliau menjadi ketua definitif,” ujar Nurkhalis.
Bergabungnya Zulmaeta ke Gerindra menjadi babak baru dalam perjalanan politik wali kota tersebut. Pasalnya, pada Pilkada Kota Payakumbuh 2024 lalu, Zulmaeta-Elzadaswarman diusung Partai Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Kini, setelah memenangkan Pilkada dan menjabat sebagai Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta justru mengambil posisi politik bersama Gerindra. Perubahan afiliasi ini sekaligus menempatkan kepala daerah tersebut di tengah struktur partai yang menjadi kendaraan politik Presiden Prabowo Subianto.
Secara lokal, masuknya Zulmaeta juga membawa konsekuensi terhadap kekuatan Gerindra di DPRD Kota Payakumbuh. Pada periode saat ini, Gerindra hanya memiliki satu kursi di parlemen daerah.
Kehadiran Zulmaeta di struktur partai berpotensi memperluas basis politik Gerindra di Kota Payakumbuh, terutama karena posisi Zulmaeta sebagai kepala daerah memiliki jejaring pemerintahan, tokoh masyarakat, serta basis pendukung yang terbentuk sejak Pilkada 2024.
Namun, sejauh mana basis pendukung Zulmaeta akan bertransformasi menjadi kekuatan elektoral Gerindra pada pemilu mendatang masih menjadi pertanyaan.
Seorang pengamat politik menilai, bergabungnya kepala daerah dengan sebuah partai tidak serta-merta membuat seluruh loyalis, relawan, maupun pendukung politiknya otomatis menjadi bagian dari kekuatan partai tersebut.
Basis dukungan kepala daerah dan basis elektoral partai memiliki karakter yang berbeda. Karena itu, efektivitas langkah politik Zulmaeta di Gerindra akan sangat bergantung pada kemampuan membangun konsolidasi antara struktur partai, pendukung Zulmaeta, serta jaringan politik yang terbentuk sejak Pilkada 2024.
Di sisi lain, salah satu warga, Dedi mengatakan bergabungnya Zulmaeta dengan Gerindra dapat membuka ruang koordinasi politik yang lebih kuat antara Pemerintah Kota Payakumbuh dengan pemerintah pusat, mengingat Gerindra merupakan partai yang mengusung Presiden Prabowo Subianto.
“Kedekatan politik ini berpotensi menjadi modal bagi Payakumbuh dalam memperjuangkan program-program pemerintah pusat yang dapat diimplementasikan di daerah. Namun, realisasinya tetap bergantung pada kebijakan pemerintah pusat, mekanisme penganggaran, serta kemampuan pemerintah daerah dalam mengusulkan dan mengawal program,” kata Dedi.
Masuknya Zulmaeta ke Gerindra bukan sekadar perpindahan kendaraan politik. Langkah tersebut berpotensi mengubah konfigurasi kekuatan partai di Payakumbuh sekaligus menjadi ujian bagi Gerindra untuk mengonsolidasikan kekuatan baru menghadapi pertarungan politik berikutnya. (*)






