BREAKING NEWS

Terseret Arus 11 Kilometer, Dafi Korban Galodo Solok Ditemukan Meninggal

×

Terseret Arus 11 Kilometer, Dafi Korban Galodo Solok Ditemukan Meninggal

Sebarkan artikel ini

SOLOK, HARIANHALUAN.ID— Pencarian korban galodo yang menerjang Kabupaten Solok terus diperluas. Setelah menyisir sejumlah titik terdampak, tim SAR gabungan akhirnya menemukan salah satu warga yang sebelumnya dilaporkan hilang, Selasa (22/9/2026) dini hari.

Korban diketahui bernama Dafi, sekitar 20 tahun. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah terseret arus hingga sekitar 11 kilometer dari lokasi awal bencana.

Kabag Ops Polres Solok, AKP Indra Kusuma, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 01.30 WIB. Jarak lokasi penemuan dengan titik awal kejadian cukup jauh karena korban diduga terbawa derasnya arus galodo.

“Korban atas nama Dafi ditemukan sekitar 11 kilometer terseret arus,” ujar Indra saat dihubungi.

Baca Juga  Pemko Apresiasi Program Pemberdayaan Penyandang Disabilitas PT Semen Padang

Dengan ditemukannya Dafi, masih tersisa satu warga yang dilaporkan hilang dan hingga kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan bersama kepolisian.

Korban yang masih dicari diketahui berjenis kelamin laki-laki dan diperkirakan berusia sekitar 50-an tahun. Tim gabungan terus memperluas penyisiran, terutama di sepanjang aliran sungai dan wilayah yang diduga menjadi jalur material galodo.

AKP Indra mengatakan personel gabungan masih dikerahkan untuk menemukan korban terakhir. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada mengingat kondisi sejumlah kawasan terdampak masih rawan.

“Aparat kepolisian bersama tim gabungan terus berupaya maksimal di lapangan untuk melakukan pencarian terhadap sisa korban yang belum ditemukan, serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada,” katanya.

Baca Juga  Wujud Kepedulian, PT. GMK Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Bencana Pasaman Barat

Kepala Markas PMI Kabupaten Solok, Yodi, membenarkan adanya penemuan warga berjenis kelamin laki-laki yang diduga merupakan korban galodo.

Menurutnya, jenazah telah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani proses identifikasi dan pencocokan data dengan pihak keluarga.

“Saat ini jenazah berada di rumah sakit Arosuka untuk dilakukan identifikasi dan pencocokan data dengan pihak keluarga korban,” ujar Yodi.

Hingga Selasa, proses pencarian terhadap satu korban yang masih hilang terus dilakukan tim gabungan. Penyisiran dilakukan di sejumlah titik yang terdampak galodo, termasuk kawasan aliran sungai yang menjadi jalur derasnya material bencana. (*)

SIJUNJUNG

SIJUNJUNG, HARIANHALUAN.ID — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muaro Sijunjung bersinergi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang menyelenggarakan program Tailor Made Training bagi para warga binaan. Pelatihan keterampilan berbasis kemandirian ini dibuka secara resmi pada Selasa (22/9) oleh Kadis Nakertrans…