HEADLINEKABA RANAHRANAH & RANTAU

Pilwana di Ranah Batahan Berjalan Lancar, Animo Masyarakat Mulai Tinggi

×

Pilwana di Ranah Batahan Berjalan Lancar, Animo Masyarakat Mulai Tinggi

Sebarkan artikel ini

PASBAR, HARIANHALUAN. ID — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) terus memastikan pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) berjalan aman, tertib, lancar, dan sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan. Dari data pemilih tercacat di hari kedua Pilwana di Ranah Batahan partisipasi pemilih mencapai 60 persen.

Komitmen tersebut terlihat dari pemantauan langsung yang dilakukan Bupati Pasaman Barat Yulianto bersama Wakil Bupati M. Ihpan dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) ke sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Kecamatan Ranah Batahan, beberapa waktu lalu.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung proses pelaksanaan Pilwana, sekaligus memastikan masyarakat dapat menyalurkan hak pilihnya dengan aman dan nyaman. Selain itu, pemantauan juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah melihat kesiapan pelaksanaan Pilwana yang tahun ini menerapkan sistem pemilihan berbasis elektronik.

Sejak mendatangi sejumlah TPS, rombongan Bupati dan Wakil Bupati melihat antusiasme masyarakat yang cukup tinggi untuk menggunakan hak pilihnya. Warga tampak mendatangi TPS untuk menentukan calon wali nagari yang dinilai mampu memimpin dan membawa pemerintahan nagari ke arah yang lebih baik.

TPS pertama yang dikunjungi Bupati Yulianto bersama rombongan berada di Nagari Batahan. Di TPS tersebut tercatat sebanyak 414 pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Dari Batahan, rombongan kemudian melanjutkan pemantauan ke TPS Nagari Batahan Tengah yang memiliki 446 DPT.

Pemantauan kemudian dilanjutkan ke TPS 04 Desa Baru dengan jumlah DPT sebanyak 280 pemilih. Selanjutnya, rombongan menyambangi TPS 03 Nagari Desa Baru yang memiliki 554 DPT.

Tidak berhenti di sana, Bupati Yulianto bersama Wabup M. Ihpan dan jajaran juga mendatangi TPS 03 Nagari Desa Baru Barat. TPS tersebut tercatat memiliki 584 DPT. Kunjungan terakhir dilakukan di TPS 03 Batahan Barat dengan jumlah DPT sebanyak 546 pemilih.

Rangkaian kunjungan ke sejumlah TPS tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk melihat secara langsung kondisi pelaksanaan Pilwana di lapangan. Pemantauan dilakukan guna memastikan seluruh tahapan pemungutan suara dapat berlangsung dengan baik, sekaligus menjaga situasi tetap kondusif di tengah masyarakat.

Baca Juga  DPRD Sumbar Sepakati Perda Tanah Ulayat

Bupati Pasaman Barat Yulianto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan Pilwana, khususnya di Kecamatan Ranah Batahan. Menurutnya, pelaksanaan Pilwana tidak hanya menjadi agenda pemerintahan nagari, tetapi juga merupakan bagian penting dari proses demokrasi di tingkat masyarakat.

Ia menilai tingginya animo masyarakat untuk datang ke TPS menunjukkan adanya kepedulian warga terhadap keberlangsungan pemerintahan nagari. Masyarakat diberikan kesempatan untuk menentukan sosok yang nantinya akan menerima amanah memimpin nagari dan menjalankan roda pemerintahan serta pembangunan di tingkat nagari.

“Tadi beberapa TPS telah kita kunjungi, alhamdulillah berjalan lancar dan sukses. Ini menandakan kepedulian masyarakat untuk memilih wali nagari,” ujar Yulianto saat melakukan pemantauan.

Menurutnya, siapa pun calon yang nantinya memperoleh amanah dari masyarakat dan ditetapkan sebagai wali nagari terpilih harus mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Amanah tersebut, kata dia, harus diwujudkan melalui kerja nyata yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Yulianto juga mengingatkan agar wali nagari terpilih nantinya tidak hanya membangun komunikasi dengan masyarakat di nagarinya, tetapi juga mampu menjalin koordinasi dan sinergi dengan berbagai unsur pemerintahan maupun tokoh masyarakat.

“Siapapun memegang amanah dari masyarakat nantinya harus betul-betul bekerja demi kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Ia menilai komunikasi dan koordinasi lintas sektor menjadi hal penting dalam menjalankan pemerintahan nagari. Terlebih, pemerintahan nagari tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan dan sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga legislatif, perangkat daerah, maupun unsur masyarakat.

Karena itu, wali nagari yang terpilih nantinya diharapkan dapat membangun hubungan kerja yang baik dengan Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, anggota DPRD, kepala OPD, camat, hingga tokoh-tokoh masyarakat.

“Terpenting, wali nagari terpilih nantinya harus bisa berkomunikasi dengan semua pihak, baik Bupati, Wabup, Sekda, anggota DPRD, OPD hingga camat dan tokoh masyarakat, terutama di tengah kondisi anggaran saat ini,” kata Yulianto.

Baca Juga  Peringati Bulan K3 Nasional Tahun 2024, PT BPP Sungai Aur Tonjolkan Produk Unggulan Nagari

Menurutnya, keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah saat ini membutuhkan pola kerja yang lebih efektif, komunikasi yang intensif, serta kemampuan membangun sinergi antara pemerintahan nagari dengan pemerintah daerah. Dengan komunikasi yang baik, berbagai kebutuhan masyarakat di tingkat nagari diharapkan dapat disampaikan dan dikoordinasikan secara lebih efektif.

Di sisi lain, pelaksanaan Pilwana berbasis elektronik juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memanfaatkan teknologi dalam proses pemilihan di tingkat nagari. Sistem tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pemilihan yang tertib sekaligus memberikan pengalaman baru bagi masyarakat dalam menggunakan teknologi pada proses demokrasi di tingkat lokal.

Pemantauan langsung oleh kepala daerah dan jajaran juga menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap pelaksanaan Pilwana. Pemerintah daerah memastikan proses pemilihan dapat berlangsung dengan mengedepankan ketertiban, keamanan dan partisipasi masyarakat.

Tingginya jumlah pemilih yang terdaftar di sejumlah TPS yang dikunjungi menunjukkan besarnya partisipasi masyarakat dalam menentukan pemimpin di tingkat nagari. Antusiasme tersebut diharapkan tetap diiringi dengan kedewasaan berdemokrasi sehingga seluruh proses Pilwana dapat berlangsung dalam suasana yang aman dan kondusif.

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga suasana kekeluargaan selama maupun setelah proses pemilihan. Perbedaan pilihan dalam Pilwana merupakan bagian dari proses demokrasi dan diharapkan tidak menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat.

Bupati Yulianto menekankan bahwa setelah proses pemilihan selesai, seluruh pihak harus kembali bersatu dan mendukung pemerintahan nagari yang nantinya mendapatkan mandat masyarakat. Wali nagari terpilih juga diharapkan dapat merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan politik pada saat pemilihan.

Pemantauan di Kecamatan Ranah Batahan tersebut menjadi bagian dari keseriusan Pemkab Pasbar dalam memastikan pelaksanaan Pilwana berjalan sebagaimana mestinya. Pemerintah daerah berharap tingginya partisipasi masyarakat dapat menjadi modal penting bagi terpilihnya pemimpin nagari yang mampu menjalankan amanah serta bekerja bersama masyarakat. (*)

SIJUNJUNG

SIJUNJUNG, HARIANHALUAN.ID — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muaro Sijunjung bersinergi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang menyelenggarakan program Tailor Made Training bagi para warga binaan. Pelatihan keterampilan berbasis kemandirian ini dibuka secara resmi pada Selasa (22/9) oleh Kadis Nakertrans…