POLITEKNIK NEGERI PADANG

Dosen PNP Perkuat Jiwa Kewirausahaan Santri Melalui Pelatihan Business Plan

×

Dosen PNP Perkuat Jiwa Kewirausahaan Santri Melalui Pelatihan Business Plan

Sebarkan artikel ini

BUKITTINGGI, harianhaluan. id – Dosen Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Padang (PNP) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui program Penerapan Ipteks Masyarakat (PIM) di Unit Usaha Produktif Al Ma’arif Sulaman, Pondok Pesantren Modern Al Ma’arif Bukittinggi. Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Studentpreneur melalui Pelatihan Penyusunan Business Plan.”

Program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan kewirausahaan santri agar tidak hanya terampil menghasilkan produk sulaman, tetapi juga mampu merencanakan, mengelola, dan mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

Unit Usaha Produktif Al Ma’arif Sulaman merupakan wadah pembelajaran berbasis praktik (learning by doing) bagi santri Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al Ma’arif. Berbagai produk yang dihasilkan antara lain sulaman baju, selendang, mukena, bantal kursi, dan bed cover dengan merek Al Ma’arif Sulaman.

Pelatihan Business Model Canvas

Ketua Tim Pelaksana, Syafira Ramadhea Jr, SE, MAk, Selasa (22/9/26) menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk mengintegrasikan keterampilan produksi santri dengan kemampuan mengelola usaha.

“Santri telah memiliki keterampilan dasar menyulam dan menghasilkan produk yang bernilai jual. Melalui pelatihan ini, kami mendorong mereka agar mampu memahami usaha secara lebih menyeluruh, mulai dari mengenali pelanggan, merumuskan keunggulan produk, menghitung biaya, menetapkan harga jual, hingga menyusun strategi pemasaran,” ujar Syafira.

Pelatihan menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC) yaitu kerangka yang membantu peserta memetakan sembilan komponen utama model bisnis dalam satu kesatuan. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu santri memahami hubungan antara produk, pelanggan, aktivitas usaha, sumber daya, saluran pemasaran dan struktur biaya.

Baca Juga  Politeknik Negeri Padang Gelar Workshop 3D Printing untuk Siswa SMK Dhuafa Padang

Materi pelatihan mencakup identifikasi kondisi usaha sulaman, pemetaan segmen pelanggan, penyusunan nilai keunggulan produk, perhitungan biaya produksi, penetapan harga jual, serta penyusunan dokumen BMC sebagai dasar pengembangan usaha. 

Selain pelatihan, tim PNP juga mendorong penyusunan rencana tindak lanjut agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pengelolaan Unit Usaha Produktif Al-Ma’arif Sulaman secara berkelanjutan. 

Mitra Apresiasi Penguatan Kewirausahaan Santri

Ketua Pengelola Unit Usaha Produktif Al Ma’arif Sulaman, Hj. Misra Elfi, SAg, MM menyampaikan apresiasi terhadap pendampingan yang diberikan PNP.

“Pelatihan penyusunan business plan ini diharapkan dapat membantu santri memahami bahwa keterampilan menyulam tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. Kami berharap pendampingan ini mampu meningkatkan kemandirian santri dan membantu pengembangan Unit Usaha Al Ma’arif Sulaman agar semakin terarah,” ujar Hj. Misra Elfi.

Unit usaha tersebut menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan pemahaman mengenai perencanaan bisnis, penentuan harga jual, strategi pemasaran, dan pemanfaatan media digital. Di sisi lain, keberadaan usaha sulaman menjadi peluang untuk mengembangkan produk kerajinan berbasis potensi lokal dan mendukung kemandirian ekonomi santri.

Selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Kegiatan PKM ini memiliki keterkaitan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Pertama, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan keterampilan kewirausahaan dan pembelajaran berbasis praktik yang membekali santri dengan kompetensi tambahan di luar pembelajaran akademik.

Baca Juga  PNP Perkuat Pengelolaan APB Nagari Parit Malintang Berbasis Risiko

Kedua, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui pengembangan kemampuan kewirausahaan santri, penguatan potensi usaha produktif, dan upaya mendorong kemandirian ekonomi generasi muda.

Ketiga, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui penguatan perencanaan produksi, pengelolaan biaya, dan pengembangan usaha sulaman yang lebih terarah serta berkelanjutan.

Keterkaitan tersebut menunjukkan bahwa penguatan kewirausahaan di lingkungan pesantren dapat menjadi bagian dari upaya membangun keterampilan produktif dan mendukung pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa PNP

Kegiatan pengabdian itu dilaksanakan tim dosen Jurusan Akuntansi PNP, yaitu Syafira Ramadhea Jr, SE  MAk dan Elfitri Santi, SE, MKom,  Ak sebagai anggota. Kegiatan turut didukung beberapa mahasiswa Program Studi D-3 Akuntansi.

Syafira Ramadhea Jr. bertanggung jawab atas koordinasi kegiatan, penyusunan dan penyampaian materi pelatihan, serta pengembangan luaran ilmiah. Elfitri Santi mendukung penyusunan materi, pendampingan peserta, pengelolaan keuangan, serta publikasi kegiatan. Sementara itu, mahasiswa membantu pelaksanaan administrasi, pendampingan peserta, dan pencatatan kegiatan.

Tim PNP berkolaborasi dengan pengelola Unit Usaha Produktif Al Ma’arif Sulaman dalam mengidentifikasi kebutuhan, melaksanakan pelatihan, dan mengevaluasi pemahaman peserta. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta meningkatkan peran unit usaha sebagai sarana pembelajaran kewirausahaan bagi santri.

Melalui kegiatan itu, PNP terus mendorong kontribusi perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat, pengembangan keterampilan generasi muda serta penguatan potensi ekonomi lokal melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. (*).