SIJUNJUNGHEADLINE

Bukan Sekadar Angka, Bupati Sijunjung Tegaskan Keselamatan Ibu dan Bayi adalah Tanggung Jawab Bersama

×

Bukan Sekadar Angka, Bupati Sijunjung Tegaskan Keselamatan Ibu dan Bayi adalah Tanggung Jawab Bersama

Sebarkan artikel ini
Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir SSTP,M.SI saat membuka Pertemuan Evaluasi Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi di Balairung Lansek Manih, Selasa (22/9).

​SIJUNJUNG,HARIANHALUAN.ID – Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) tidak boleh lagi sekadar dipandang sebagai deretan angka penentu rapor kinerja pemerintah daerah. Pesan tegas ini diserukan oleh Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir SSTP,M.SI saat membuka Pertemuan Evaluasi Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi di Balairung Lansek Manih, Selasa (22/9).

​Di hadapan sekitar 80 peserta yang terdiri dari kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, wali nagari, hingga tenaga kesehatan, Benny mengingatkan bahwa setiap angka kematian merepresentasikan nyawa manusia yang sebetulnya bisa diselamatkan.

​“Kematian ibu dan bayi ini bukan sekadar indikator dalam menilai derajat kesehatan. Ini menyangkut nyawa umat manusia yang bisa kita cegah melalui kolaborasi lintas sektor yang kuat,” ujarnya.

Bupati juga menambahkan, kasus kematian ibu dan anak berdampak langsung pada Angka Harapan Hidup (AHH) yang menjadi pilar utama Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sijunjung.

​Sorotan Tajam pada Sistem Rujukan
​Dalam pertemuan yang digelar oleh Dinas Kesehatan tersebut, Benny tidak hanya berbicara tataran konsep, tetapi juga menyoroti keluhan konkret di lapangan serta secara khusus mengingatkan tenaga kesehatan untuk memastikan mekanisme rujukan berjalan murni atas dasar kebutuhan medis pasien, bukan kepentingan lain.

Baca Juga  SMPN 30 Padang Perkuat Karakter dan Prestasi Siswa Melalui Program Inovatif

​Bupati merespons aduan masyarakat mengenai dugaan adanya oknum tenaga kesehatan, termasuk bidan desa, yang sengaja mengarahkan pasien ke fasilitas kesehatan swasta tertentu dan meminta jajarannya menindaklanjuti informasi tersebut secara serius.

​“Kalau ada aduan masyarakat, kita harus berani melakukan evaluasi, jangan sampai ada kepentingan lain yang mengalahkan prioritas pelayanan kepada masyarakat. Optimalkan dulu fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah kita,” tegasnya.

​Untuk langkah pencegahan preventif, Benny mendorong jajaran kesehatan agar keluar dari cara-cara konvensional dan mulai merangkul platform digital serta menginstruksikan para nakes untuk aktif mengedukasi masyarakat melalui media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook.

​Melalui platform tersebut, informasi krusial seperti deteksi dini risiko kehamilan, alur penanganan medis, hingga program cek kesehatan gratis bisa tersampaikan secara luas dan dengan bahasa yang lebih mudah dicerna oleh masyarakat awam.

Baca Juga  Mengatasi Banjir Padang Tanpa Peta Drainase ?

Di akhir sambutannya, Bupati Benny mengajak seluruh camat, wali nagari, kepala puskesmas dan bidan desa untuk memperketat koordinasi pemantauan ibu hamil di wilayah masing-masing.

“Mari sama-sama kita berikan persembahan terbaik untuk masyarakat Sijunjung. Kita berdoa dan berikhtiar agar tidak ada lagi ibu dan anak yang meninggal dunia saat melahirkan hanya karena pelayanan kesehatan kita yang tidak maksimal,” pungkasnya.

​​Senada dengan arahan Bupati, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sijunjung Rinny P menekankan bahwa penekanan angka kematian ibu dan bayi sangat bergantung pada kecepatan dan ketepatan penanganan komplikasi.

​“Sistem rujukan yang efektif dan berkesinambungan antara masyarakat, Puskesmas, dan rumah sakit adalah kuncinya. Pertemuan ini menjadi momentum kita untuk membedah kendala di lapangan dan menyusun intervensi yang paling tepat,” jelasnya. (h/Ogi)