PADANG, HALUAN — Rian Eka Putra, Ketua Pembina Yayasan Islam Attin Indonesia, meraih gelar Doktor (S3) Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dari Universitas Negeri Padang (UNP). Pencapaian akademik yang ditandai dengan wisuda pada Senin, 28 September 2026, ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmennya dalam membangun pendidikan Islam yang unggul, berkarakter, dan berkemajuan, sekaligus membawa Yayasan Islam Attin Indonesia semakin berkiprah di tingkat internasional.
Bagi Rian, gelar doktor bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan amanah untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan menghadirkan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan. Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, karakter kuat, wawasan global, dan kemampuan menghadapi tantangan zaman.
Sebagai Ketua Pembina Yayasan Islam Attin Indonesia, Rian turut mengarahkan pengembangan lembaga pendidikan yang menaungi berbagai jenjang, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga layanan bimbingan belajar yang tersebar di 12 cabang.
Pengembangan kualitas pembelajaran, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, pembentukan karakter peserta didik, serta tata kelola lembaga yang profesional menjadi bagian penting dari upaya yayasan dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Bagi saya, gelar doktor bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan amanah untuk terus belajar, mengembangkan ilmu, dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan. Ilmu yang diperoleh harus dapat memberikan manfaat bagi peserta didik, guru, dan masyarakat,” ungkap Rian.
Latar belakang akademik di bidang Pendidikan IPA memberikan perspektif tersendiri bagi Rian dalam memandang arah pengembangan pendidikan. Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu menjadi bagian penting dari proses pendidikan, termasuk dalam lingkungan pendidikan Islam.
Literasi sains, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keterampilan memecahkan masalah merupakan kompetensi yang semakin dibutuhkan generasi muda dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam konteks pendidikan Islam, penguatan kompetensi tersebut perlu berjalan beriringan dengan pembentukan akhlak, penanaman nilai-nilai keislaman, dan pengembangan karakter peserta didik.
Pendidikan Islam yang unggul tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan generasi yang berintegritas, memiliki kepedulian sosial, berwawasan luas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Karena itu, pengembangan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan zaman menjadi salah satu aspek yang perlu terus diperkuat.
Selain memperkuat mutu pendidikan di dalam negeri, Rian Eka Putra mendorong Yayasan Islam Attin Indonesia untuk memperluas jejaring dan kerja sama pendidikan di tingkat internasional. Langkah ini diarahkan untuk membuka kesempatan lebih luas bagi peserta didik dalam memperoleh pengalaman belajar lintas negara, memperkaya wawasan global, serta meningkatkan daya saing generasi muda.
Salah satu wujud nyata dari upaya tersebut adalah program pertukaran pelajar SMPIT-SMAIT Attin dengan sejumlah sekolah di Malaysia. Program yang telah menjadi agenda rutin tahunan ini pada 2026 memasuki tahun keempat pelaksanaannya.
Dalam program tersebut, Yayasan Islam Attin Indonesia menjalin hubungan dan kegiatan pendidikan bersama sejumlah institusi pendidikan di Malaysia, di antaranya Sekolah Menengah Kebangsaan Agama Sheikh Haji Mohd Said (SHAMS), SMK King George V Seremban, SMK Puteri, SM Agama Dato’ Klana Petra Maamor, dan Ma’had Tahfidz As Sa’idiyah Malaysia.
Program pertukaran pelajar ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengenal lingkungan pendidikan di negara lain, berinteraksi dengan komunitas akademik internasional, serta memperluas pemahaman tentang budaya dan sistem pendidikan yang berbeda.
Melalui pengalaman tersebut, peserta didik diharapkan dapat mengembangkan kemandirian, kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, dan wawasan global, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan karakter bangsa.
Bagi Rian, kerja sama internasional merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan generasi muda agar mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia, sekaligus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.
Pengembangan jejaring internasional Yayasan Islam Attin Indonesia tidak hanya menyasar pendidikan tingkat sekolah, tetapi juga mulai diarahkan pada jenjang pendidikan tinggi.
Dalam upaya memperluas peluang pendidikan lanjutan bagi peserta didik, yayasan telah melakukan kunjungan ke sejumlah perguruan tinggi di Malaysia untuk menjajaki kerja sama yang diharapkan dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
Perguruan tinggi yang telah dikunjungi tersebut meliputi Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Universiti Islam Selangor (UIS), Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), dan DRB-HICOM University of Automotive Malaysia.
Penjajakan ini menjadi bagian dari langkah strategis yayasan dalam membangun jejaring akademik lintas negara, membuka peluang kolaborasi pendidikan, serta memperluas akses peserta didik terhadap lingkungan pendidikan tinggi internasional.
Kerja sama yang direncanakan diharapkan dapat mencakup berbagai bentuk kegiatan pendidikan sesuai dengan kesepakatan antarlembaga, seperti kunjungan akademik, pertukaran wawasan, pengembangan kompetensi, dan peluang melanjutkan pendidikan tinggi.
Melalui langkah ini, Yayasan Islam Attin Indonesia berupaya membangun konektivitas pendidikan yang lebih luas, sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk mengenal berbagai lingkungan akademik dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan pendidikan global.
Langkah internasionalisasi pendidikan Yayasan Islam Attin Indonesia juga memasuki babak baru pada 2026 melalui dimulainya kerja sama dengan Markaz Ibrahim Musa dalam rangka persiapan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar, Mesir.
Kerja sama ini diarahkan untuk mempersiapkan calon mahasiswa agar memiliki bekal yang memadai dalam menempuh pendidikan tinggi di salah satu institusi pendidikan Islam yang dikenal luas di dunia.
Persiapan tersebut diharapkan dapat membantu peserta didik mengembangkan kemampuan akademik, penguasaan bahasa, serta kesiapan menghadapi lingkungan pendidikan dan kehidupan di luar negeri.
Bagi Yayasan Islam Attin Indonesia, upaya ini merupakan bagian dari pengembangan jalur pendidikan yang membuka peluang lebih luas bagi peserta didik untuk melanjutkan studi ke tingkat internasional, khususnya dalam bidang keilmuan dan pendidikan Islam.
Melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan di Malaysia dan persiapan menuju Al-Azhar Mesir, yayasan berupaya membangun ekosistem pendidikan yang menghubungkan pendidikan dasar dan menengah dengan peluang pendidikan tinggi di luar negeri.
Langkah-langkah tersebut mencerminkan visi pengembangan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian lokal dan nasional, tetapi juga pada perluasan wawasan global dan peningkatan daya saing generasi muda.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan, Yayasan Islam Attin Indonesia terus mengembangkan layanan pendidikan melalui berbagai unit yang dikelolanya.
Ke depan, penguatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan kompetensi guru, pengembangan budaya belajar, serta penyempurnaan sistem manajemen pendidikan menjadi aspek penting dalam mendukung pertumbuhan yayasan secara berkelanjutan.
Rian memandang bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan, kompetensi pendidik, lingkungan belajar, dan kemampuan lembaga dalam memahami kebutuhan peserta didik.
Dengan demikian, pengembangan lembaga pendidikan perlu diarahkan pada peningkatan kualitas layanan yang terukur dan berorientasi pada hasil belajar serta pembentukan karakter.
Pendidikan yang berkualitas harus mampu memadukan penguasaan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan nilai-nilai keislaman. Melalui pendekatan tersebut, yayasan berupaya mendorong lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak mulia, memiliki wawasan global, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat.
Pencapaian gelar Doktor Pendidikan IPA di Universitas Negeri Padang menjadi bagian dari perjalanan akademik sekaligus penguatan kapasitas kepemimpinan Rian Eka Putra dalam dunia pendidikan.
Momentum ini diharapkan dapat memberikan dorongan baru bagi pengembangan pendidikan di lingkungan Yayasan Islam Attin Indonesia, sekaligus memperluas kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Sumatera Barat dan membangun jejaring pendidikan di tingkat internasional.
Bagi Rian, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang membutuhkan komitmen, konsistensi, dan kerja sama berbagai pihak. Peran yayasan, kepala sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Dengan semangat terus belajar dan berinovasi, Rian menegaskan komitmennya untuk menjadikan pendidikan sebagai sarana membangun generasi yang berkarakter, menguasai ilmu pengetahuan, memiliki wawasan global, dan siap menghadapi masa depan.
Pencapaian akademik ini bukanlah garis akhir, melainkan langkah baru untuk memperkuat pengabdian dalam membangun pendidikan Islam yang unggul, berkemajuan, dan berdaya saing global, sekaligus membawa Yayasan Islam Attin Indonesia semakin berperan dalam membangun masa depan pendidikan generasi muda. (*)






