PENDIDIKAN

Genangan Griya Pesona Jadi Perhatian, Mahasiswa Dorong Pengelolaan Drainase Berbasis Kesehatan Lingkungan

×

Genangan Griya Pesona Jadi Perhatian, Mahasiswa Dorong Pengelolaan Drainase Berbasis Kesehatan Lingkungan

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Persoalan genangan air di kawasan Komplek Griya Pesona RT 04/RW 01, Kelurahan Bungo Pasang, menjadi perhatian mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas (Unand). Persoalan tersebut dikaji Winda Listia Ningsih melalui tugas Mata Kuliah Kesehatan Lingkungan dengan pendekatan identifikasi masalah lingkungan dan faktor risiko kesehatan masyarakat.

Berdasarkan observasi awal, genangan terutama dirasakan saat hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan kemampuan sistem drainase dalam mengalirkan limpasan air permukaan, kondisi saluran, arah aliran, serta pembuangan akhir atau outlet.

Dalam kajian berjudul “Identifikasi Masalah Lingkungan Akibat Ketidakefektifan Sistem Drainase dan Perubahan Elevasi Lahan di Komplek Griya Pesona Kelurahan Bungo Pasang”, mengidentifikasi sejumlah aspek lingkungan yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut, terutama terkait sistem drainase dan perubahan kondisi fisik kawasan.

Salah satu persoalan yang ditemukan adalah belum teridentifikasinya secara menyeluruh kapasitas saluran, kontinuitas jaringan, arah aliran, hingga titik pembuangan akhir. Ketika volume limpasan air melebihi kemampuan drainase, air berpotensi tertahan dan membentuk genangan.

Kajian tersebut juga melihat perubahan kondisi fisik lingkungan di sekitar kawasan. Pembangunan kawasan baru menjadi salah satu aspek yang perlu diteliti karena berpotensi mengubah tutupan lahan, luas permukaan kedap air, daerah resapan, elevasi, maupun pola limpasan air. Namun, hasil observasi awal belum dapat digunakan untuk menyimpulkan pembangunan kawasan baru sebagai penyebab langsung terjadinya genangan.

Baca Juga  Perpustakaan Nagari Rambatan Dilengkapi Fasilitas Anak-Anak

Untuk memastikan faktor yang berkontribusi terhadap genangan, diperlukan pengkajian lebih lanjut melalui pengukuran elevasi lahan, pemetaan arah aliran air, identifikasi jaringan drainase, pemeriksaan kondisi outlet, serta evaluasi perubahan tutupan lahan. Data tersebut penting agar penanganan dapat dilakukan berdasarkan kondisi objektif di lapangan.

Dari perspektif kesehatan masyarakat, persoalan genangan tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan dan infrastruktur. Genangan yang terjadi berulang berpotensi meningkatkan faktor risiko kesehatan, terutama jika air tercemar, lingkungan menjadi lembap, serta mendukung keberadaan vektor atau binatang pembawa penyakit. Permukaan jalan yang licin akibat genangan juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan cedera.

Karena itu, penyelesaian persoalan genangan perlu dilakukan melalui pendekatan kesehatan lingkungan yang bersifat preventif. Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada pembuangan air, tetapi juga menjaga kebersihan saluran, mengurangi potensi pencemaran, mempertahankan daerah resapan, serta mengantisipasi faktor risiko kesehatan masyarakat.

Ketua RT 04/RW 01, Syafrizal berharap persoalan lingkungan di Griya Pesona mendapat perhatian dan ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas sektoral. Menurutnya, persoalan drainase dan genangan tidak dapat diselesaikan oleh lingkungan RT saja karena berkaitan dengan infrastruktur, kondisi kawasan, pemerintah, dan partisipasi masyarakat.

Baca Juga  Sekdako Andree Algamar Kukuhkan Praja Muda dan Madya SMA Praja Nusantara di SPN Padang Besi

“Menyelesaikan masalah ini tidak bisa hanya RT saja. Memang harus ada pihak terkait yang terlibat menyelesaikannya, bahkan harus koordinasi dengan pemerintah, terutama ke kelurahan,” ujarnya.

Dari sisi masyarakat, langkah sederhana seperti menjaga kebersihan saluran, tidak membuang sampah ke drainase, mempertahankan daerah resapan, serta melakukan gotong royong secara rutin dapat membantu mengurangi hambatan pada sistem drainase. Sementara itu, evaluasi teknis diperlukan untuk mengetahui kapasitas saluran, arah aliran, kondisi outlet, dan keterhubungan drainase antarkawasan. Setiap pembangunan kawasan baru juga perlu mempertimbangkan tata air secara menyeluruh, termasuk elevasi lahan, daerah resapan, arah limpasan, kapasitas drainase, dan outlet.

Kajian tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memahami persoalan genangan secara objektif sekaligus mendorong kolaborasi antara masyarakat, RT/RW, pemerintah kelurahan, pengelola kawasan, dan pemangku kepentingan terkait. Identifikasi masalah bukan untuk mencari pihak yang disalahkan, melainkan menjadi dasar menentukan langkah penanganan, mulai dari pemeliharaan drainase, pengurangan limpasan, peningkatan daerah resapan, pengendalian vektor, hingga peningkatan partisipasi masyarakat, sehingga kawasan permukiman menjadi lebih aman, sehat, dan nyaman.

Penulis:
Winda Listia Ningsih
Mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Andalas