OLAHRAGA

Kroasia VS Spanyol : Vatreni Bertekad Bangkit, La Roja Diunggulkan

×

Kroasia VS Spanyol : Vatreni Bertekad Bangkit, La Roja Diunggulkan

Sebarkan artikel ini
Lamine Yamal

SPLIT, HARIANHALUAN.ID — Kroasia menghadapi misi berat saat menjamu Spanyol pada lanjutan UEFA Nations League 2026/27 di Stadion Poljud, Split, Selasa (6/10) malam waktu setempat atau Rabu (7/10) dini hari WIB. Pertandingan Grup A3 ini menjadi kesempatan bagi tuan rumah untuk bangkit setelah dipermalukan Inggris dengan skor telak 0-7.

Kroasia datang dengan kondisi mental yang tidak ideal. Kekalahan dari Inggris menjadi kekalahan terbesar dalam sejarah tim berjuluk Vatreni tersebut. Luka itu harus segera dilupakan karena mereka langsung menghadapi Spanyol, tim yang juga baru saja mengalahkan mereka 4-1 pada pertemuan sebelumnya.

Sebaliknya, Spanyol tampil sangat meyakinkan. La Roja memimpin Grup A3 dengan sembilan poin dari tiga pertandingan dan belum terkalahkan. Mereka sebelumnya menundukkan Inggris 3-2, Kroasia 4-1, dan Republik Ceko 3-1. Rangkaian hasil tersebut membuat Spanyol kembali menjadi favorit kuat untuk meraih kemenangan.

Pelatih Kroasia, Slaven Bilić, menyadari pertandingan melawan Spanyol bukan tantangan ringan. Namun, ia meminta Luka Modric dan kawan-kawan menunjukkan karakter setelah kekalahan memalukan dari Inggris.

“Kami harus berkumpul kembali dan menunjukkan karakter. Ini adalah kesempatan terbaik untuk menunjukkan siapa kami dan memainkan pertandingan yang benar-benar bagus,” ujar Bilić seperti dikutip media Kroasia. Ia juga menegaskan bahwa timnya harus memperbaiki kesan buruk setelah kekalahan 0-7 tersebut.

Bilić juga menolak mencari alasan atas kekalahan dari Inggris. Menurutnya, tanggung jawab berada di pundaknya sebagai pelatih. Ia berharap pertandingan di kandang sendiri menjadi momentum bagi para pemain untuk memberikan respons positif.

“Kami pergi ke Split untuk memainkan pertandingan yang keras dan menunjukkan penebusan. Ini membutuhkan penebusan,” kata Bilić setelah kekalahan dari Inggris. Pernyataan itu menggambarkan besarnya tekanan yang kini berada di sekitar skuad Kroasia.

Baca Juga  Atlet POSSI Pesisir Selatan Borong 10 Medali di Kejuaraan Finswimming Bogor Open 2026

Di kubu Spanyol, pelatih Luis de la Fuente justru mengingatkan anak asuhnya agar tidak menganggap remeh Kroasia. Menurutnya, kekalahan 0-7 dari Inggris tidak menggambarkan kekuatan sebenarnya dari Vatreni.

“Skor 0-7 itu tidak normal. Tidak normal bagi tim yang begitu kuat kalah dengan skor sebesar itu. Mereka tentu akan termotivasi karena pemain pada level tersebut tidak mudah menerima kekalahan seperti itu,” ujar De la Fuente.

De la Fuente juga memiliki modal kuat dari pertemuan terakhir. Ketika kedua tim bertemu di Sevilla pada 29 September lalu, Spanyol menang 4-1. Lamine Yamal mencetak dua gol, sementara Marc Pubill dan Nico Williams masing-masing menyumbang satu gol. Kroasia hanya mampu membalas melalui Dion Beljo.

Untuk pertandingan kali ini, Kroasia diprediksi mengandalkan Dominik Livakovic di bawah mistar, dengan Josip Stanisic, Luka Vuskovic, Josko Gvardiol dan Ivan Perisic sebagai barisan pertahanan. Di lini tengah, pengalaman Modric dan Mateo Kovacic akan menjadi tumpuan utama untuk meredam dominasi Spanyol.

Petar Sucic dan Martin Baturina juga diperkirakan memberikan energi tambahan di lini tengah. Sementara itu, Franjo Ivanovic atau Petar Musa dapat menjadi pilihan di lini depan. Kehadiran Modric tetap menjadi salah satu faktor penting bagi Kroasia, terutama dalam mengatur tempo dan membangun serangan.

Spanyol diprediksi tetap mengandalkan Unai Simon sebagai penjaga gawang, dengan Marc Pubill, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte dan Marc Cucurella di lini belakang. Rodri dan Fabian Ruiz berpotensi mengisi sektor tengah, sedangkan Lamine Yamal menjadi ancaman terbesar dari sisi sayap.

Yamal kembali menjadi pemain yang paling disorot. Pemain muda tersebut sudah mencetak dua gol ketika Spanyol menghantam Kroasia 4-1 dan kembali mencetak gol saat Spanyol mengalahkan Republik Ceko. Kecepatan, kemampuan melewati lawan dan kreativitasnya menjadi senjata utama La Roja.

Baca Juga  Mulai Februari, Patrick Kluivert Bakal Fokus Pantau Pemain Liga 1

Secara rekor pertemuan, Spanyol juga lebih unggul. Dari 12 pertemuan resmi yang tercatat UEFA, Spanyol meraih tujuh kemenangan, Kroasia tiga kemenangan dan dua laga berakhir imbang. Pertemuan terbaru tentu menjadi keuntungan psikologis tersendiri bagi skuad De la Fuente.

Selain kemenangan 4-1 pada 29 September 2026, kedua tim sebelumnya bertemu pada Euro 2024. Ketika itu Spanyol menang 3-0 atas Kroasia. Pada final Nations League 2023, pertandingan berakhir 0-0 setelah waktu normal dan perpanjangan waktu, sebelum Spanyol menang melalui adu penalti 5-4.

Dengan situasi terkini, Spanyol lebih layak diunggulkan. La Roja sedang berada dalam tren kemenangan dan memiliki lini serang yang produktif, sementara Kroasia masih mencari stabilitas setelah kebobolan tujuh gol dari Inggris. Namun, bermain di Poljud bisa menjadi faktor yang membuat pertandingan berlangsung lebih ketat.

Kroasia diperkirakan akan bermain lebih agresif dibanding pertemuan di Sevilla. Dukungan publik Split, pengalaman Modric serta kebutuhan meraih poin menjadi modal bagi tuan rumah. Namun, jika Spanyol mampu menguasai lini tengah dan memberikan ruang kepada Yamal serta Nico Williams, Kroasia akan kembali berada dalam masalah.

Prediksi Haluan: Kroasia 1-3 Spanyol. La Roja diperkirakan tetap mampu mengontrol permainan, meski Kroasia kemungkinan memberikan perlawanan lebih kuat di kandang sendiri. Yamal menjadi kandidat pencetak gol, sementara Modric dan kawan-kawan diprediksi setidaknya mampu menciptakan satu gol untuk menjaga peluang mereka dalam persaingan Grup A3. (*)