SUMBAR

WALHI Sumbar Temukan Dugaan Pelanggaran Tata Ruang di DAS Kuranji dan DAS Air Dingin

×

WALHI Sumbar Temukan Dugaan Pelanggaran Tata Ruang di DAS Kuranji dan DAS Air Dingin

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Persoalan lingkungan dan kebencanaan di Kota Padang, menurut Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatra Barat tidak hanya menyangkut kecepatan laju deforestasi dan alih fungsi kawasan hutan di daerah resiko tinggi bencana.

Organisasi lingkungan itu juga menemukan dugaan ketidaksesuaian pemanfaatan ruang dengan rencana tata ruang daerah di dua DAS lindung vital Kota Padang, yakninya DAS Air Dingin DAS Kuranji

Direktur Eksekutif WALHI Sumbar, Tommy Adam, mengatakan sejumlah kawasan yang berdasarkan peruntukannya merupakan zona hortikultura dan sempadan disebut telah berkembang menjadi kawasan perumahan  mewah maupun aktivitas lainnya.

Baca Juga  Lomba Giliang Lado dan Kukua Karambia, Semarakkan HUT RI Ke-81 di Sungai Lansiangan Malalak

“Dalam konteks rezim tata ruang, ditemukan persoalan lain. Setidaknya ada pemanfaatan yang tidak sesuai RDTR Kota Padang,” kata Tommy dalam konferensi pers yang digelar di  O’Balihara Cafee, Jakarta Selatan Selasa (6/10/2026).

Salah satu daerah yang disebut telah mengalami alih fungsi lahan serta berdampak terhadap peningkatan resiko bencana banjir longsor atau Galodo di Kota Padang adalah kawasan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang

Tidak hanya massif dijadikan  kawasan permukiman, menurut WALHI, aktivitas pertambangan yang juga marak di kawasan Lubuk Minturun juga perlu mendapatkan  pengawasan tata ruang yNg  lebih ketat.

Baca Juga  Bank Nagari Cabang Syariah Padang Terus Dorong Kemajuan Perekonomian Petani

WALHI menilai tata ruang semestinya menjadi instrumen utama bagi pemerintah dalam mengurangi risiko bencana.

Penetapan kawasan permukiman, industri, pertanian, pertambangan dan kawasan lindung tidak seharusnya hanya mempertimbangkan nilai ekonomi lahan.