PADANG, harianhaluan.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) menilai pemulihan akses jalan Lembah Anai harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena jalur tersebut memiliki peran strategis terhadap pergerakan wisatawan dan aktivitas industri pariwisata di Sumbar.
Selain sebagai penghubung utama Padang–Bukittinggi, kawasan Lembah Anai selama ini juga dikenal sebagai bagian dari pengalaman wisata yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Ketua DPD ASITA Sumbar, Nadirsyah Bakri, menyampaikan bahwa hingga kini kendaraan pariwisata, khususnya bus ukuran sedang dan besar, masih belum dapat melintasi jalur tersebut secara normal pascabencana alam yang terjadi akhir tahun lalu. Kondisi ini menyebabkan banyak pelaku usaha perjalanan wisata mengalami kesulitan dalam menyusun jadwal perjalanan dan memberikan kepastian kepada wisatawan.
“Lembah Anai memiliki nilai penting bagi pariwisata Sumatera Barat. Wisatawan tidak hanya menikmati tujuan akhir perjalanan, tetapi juga menikmati suasana dan panorama sepanjang perjalanan menuju Bukittinggi. Ini yang selama ini menjadi kekuatan paket wisata Sumbar,” ujar Nadirsyah Bakri.
Menurut ASITA Sumbar, dampak dari belum optimalnya akses tersebut tidak hanya dirasakan pelaku usaha di Sumatera Barat, tetapi juga oleh mitra perjalanan dari provinsi lain seperti Riau dan Sumatera Utara yang selama ini menjadikan jalur Lembah Anai sebagai rute utama kunjungan wisata ke Bukittinggi dan kawasan sekitarnya.
Wakil Ketua II DPD ASITA Sumbar, Hanif, menambahkan bahwa kondisi ini berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha biro perjalanan wisata dan menurunkan tingkat kepastian pasar wisata dalam beberapa bulan terakhir.
“Kami berharap pemerintah dapat segera memberikan kepastian terkait pembukaan akses jalan secara menyeluruh maupun skema khusus bagi kendaraan pariwisata. Kepastian ini sangat penting agar pelaku usaha dapat kembali membangun kepercayaan wisatawan untuk datang ke Sumatera Barat,” ujar Hanif.
ASITA Sumbar juga mengapresiasi langkah aparat kepolisian yang telah menindak dugaan pungutan liar di kawasan Lembah Anai. Menurut pihaknya, tindakan tersebut penting untuk menjaga rasa aman dan kenyamanan wisatawan sekaligus menjaga citra Sumatera Barat sebagai destinasi wisata unggulan.
“Kami berharap ada solusi bersama antara pemerintah, aparat, dan pelaku industri pariwisata agar sektor wisata Sumatera Barat dapat kembali bergerak normal. Pariwisata membutuhkan kepastian akses, keamanan, dan kenyamanan agar wisatawan tetap memilih Sumatera Barat sebagai destinasi utama,” tutup Nadirsyah Bakri. (rel).






