PADANG, HARIANHALUAN.ID — Dunia pendidikan bukan sekadar ruang belajar, tetapi fondasi utama dalam membangun ketahanan keluarga, masyarakat, hingga negara. Prinsip inilah yang menjadi pegangan Delfita Fadriana, S.Pd.I, M.Pd dalam mengabdikan diri di dunia pendidikan, hingga kini dipercaya memimpin SMP Negeri 16 Padang.
Perjalanan kariernya di dunia pendidikan dimulai sebagai guru Mata Pelajaran Matematika sejak tahun 2010. Dedikasinya kemudian mengantarkan Delfita Fadriana menjadi Wakil Kepala Sekolah pada tahun 2021. Ia kemudian dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 16 Padang pada tahun 2024, sebelum resmi menjadi kepala sekolah definitif pada Mei 2025.
“Pendidikan merupakan pondasi penting dalam ketahanan keluarga, masyarakat, bahkan negara,” ujarnya.
Dalam memimpin sekolah, ia menerapkan gaya kepemimpinan yang menekankan keteladanan serta pengembangan potensi seluruh warga sekolah. Ia menempatkan diri sebagai role model dengan keyakinan bahwa setiap individu memiliki potensi yang dapat dikembangkan.
“Setiap warga sekolah memiliki potensi, dan itu adalah aset yang harus digali serta dikembangkan,” ungkapnya.
Menurutnya, prinsip utama dalam mengelola sekolah dan tim guru adalah kolaborasi, komunikasi, dan koordinasi yang kuat agar visi sekolah dapat tercapai secara optimal. Dalam kesehariannya, ia menjalankan tugas sebagai kepala sekolah mulai dari fungsi manajerial, supervisi, hingga pengembangan kewirausahaan sekolah.
Hal yang paling ia syukuri dalam kepemimpinan pendidikan adalah ketika mampu membangun tim yang solid dengan tujuan yang sama dalam mencapai visi sekolah.
Namun, ia juga menghadapi tantangan di lapangan, terutama terkait siswa yang bermasalah serta sebagian orang tua yang kurang kooperatif.
Untuk membangun kedekatan dengan siswa, ia memilih pendekatan sederhana namun efektif, yakni menyambut siswa di gerbang sekolah setiap pagi serta membudayakan 5S: Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun.
Di luar aktivitasnya sebagai pendidik, Delfita Fadriana memiliki hobi memasak dan membaca sebagai cara menjaga keseimbangan di tengah padatnya aktivitas.
Dengan pengalaman dan pendekatan kepemimpinan yang humanis, ia berharap SMP Negeri 16 Padang terus berkembang menjadi sekolah yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. (*)











