PADANG, HARIANHALUAN.ID – Peringatan Dies Natalis ke-53 Institut Teknologi Padang (ITP) menjadi lebih dari sekadar seremoni tahunan. Momentum ini dimaknai sebagai refleksi perjalanan panjang sekaligus peneguhan arah masa depan institusi yang terus berkomitmen memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Rektor ITP, Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, menegaskan bahwa usia ke-53 bukan hanya angka, melainkan titik penting untuk melihat kembali jejak langkah yang telah ditempuh serta merancang langkah strategis ke depan.
“Dies Natalis bukan sekadar perayaan bertambahnya usia institusi, tetapi juga menjadi momen refleksi—melihat perjalanan yang telah dilalui, mensyukuri capaian, dan meneguhkan langkah menuju masa depan,” ujarnya,
Secara historis, Dies Natalis ITP jatuh pada 21 Februari. Namun tahun ini, peringatan digelar setelah Ramadan agar suasana kebersamaan dan kekhidmatan dapat lebih terasa.
Perjalanan ITP sendiri berawal dari kursus Ahli Teknik, berkembang menjadi Akademi Teknik Padang, kemudian Sekolah Tinggi Teknik Padang, hingga akhirnya resmi menjadi Institut Teknologi Padang. Transformasi ini, menurut Maidiawati, bukan sekadar perubahan nama, melainkan perjalanan panjang nilai, dedikasi, dan perjuangan.
Selama lebih dari lima dekade, ITP telah melahirkan lulusan yang kini tersebar di berbagai sektor strategis dan berkontribusi dalam pembangunan nasional. Hal ini menjadi bukti bahwa ITP tidak hanya mencetak tenaga terampil, tetapi juga berperan dalam membangun peradaban.
Saat ini, ITP terus berkembang dengan dukungan dua kampus, dua fakultas, dan sepuluh program studi. Kekuatan akademik didukung oleh 78 dosen tetap serta 46 tenaga kependidikan yang aktif menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fokus utama. Sekitar 5 persen dosen telah menyandang gelar Guru Besar, 30 persen bergelar doktor, dan 18 dosen tengah menempuh pendidikan S3.
“Ini bukan sekadar angka, tetapi investasi masa depan,” tegas Maidiawati.
Dalam bidang pendidikan, ITP telah menerapkan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) untuk memastikan lulusan memiliki capaian kompetensi yang terukur. Kurikulum pun terus diperbarui dengan melibatkan industri, pemerintah, dan alumni agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman.











