TANAH DATAR, HARIANHALUAN. ID- MAN 1 Tanah Datar Plus Keterampilan melalui organisasi siswa Forshalektra dan Forjule Ungsi menggelar Sosialisasi Literasi Keuangan Tahun 2026 dengan tema “Waspada Judi Online Bagi Pelajar dalam Rangka Meningkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan pada Pelajar”, Jumat (8/5).
Kegiatan yang berlangsung penuh antusias itu dipimpin Wakil Kepala Madrasah Bidang Kemuridan, Nofrizal, serta dihadiri guru pembina organisasi dan murid anggota Forshalektra (Forum Annisa Sholeha Intelektual dan Terampil) dan Forjule Ungsi (Forum Arrijal Sholeh Unggul dan Berprestasi).
Materi sosialisasi disampaikan mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Dalam sambutannya, Nofrizal menegaskan pentingnya pembekalan literasi keuangan bagi generasi muda di tengah maraknya praktik judi online yang menyasar pelajar.
“Ilmu akademik saja tidak cukup. Murid harus memahami cara mengelola keuangan dengan benar serta mampu membedakan mana jalan yang benar dan mana yang menyesatkan, seperti judi online yang kini marak menjerat anak muda,” ujarnya.
Tim pemateri menjelaskan konsep dasar literasi keuangan, prinsip pengelolaan keuangan dalam perspektif Islam, serta dampak buruk judi online terhadap kehidupan remaja. Para siswa juga diingatkan agar tidak tergiur iming-iming keuntungan instan yang justru dapat menghancurkan masa depan.
Dalam pemaparannya, mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar memaparkan sejumlah dampak negatif judi online, mulai dari kerusakan finansial, gangguan mental dan psikologis, rusaknya hubungan sosial dan keluarga, hingga potensi terjerumus ke tindakan kriminal dan persoalan hukum pidana. Selain itu, kecanduan judi online juga dinilai dapat menurunkan konsentrasi belajar dan produktivitas pelajar.
Guru pembina, Sri Mailiza, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi remaja saat ini.
“Langkah Forshalektra dan Forjule Ungsi mengangkat tema pencegahan judi online dan literasi keuangan merupakan langkah yang sangat tepat. Harapannya, kegiatan ini mampu membuka wawasan murid agar terhindar dari perilaku yang merusak masa depan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Madrasah Rika Maria menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, pendidikan di madrasah tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kemampuan siswa dalam mengelola kehidupan secara bijak.
“MAN 1 Tanah Datar Plus Keterampilan tidak hanya mencetak lulusan yang pintar, tetapi juga cerdas mengelola keuangan, amanah, dan berakhlak mulia. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi bekal berharga bagi murid dalam menghadapi tantangan zaman,” ujarnya. (*)











