PADANG, HALUAN – Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp. P, FISR memberikan kuliah umum di Poltekkes Kemenkes Padang, Selasa (12/5). Benjamin Paulus Octavianus memberikan kuliah umum di Poltekkes Kemenkes Padang dengan tema “Dari Kampus untuk Negeri: Gerakan Bersama Cegah Stunting dan Tuntaskan Tuberkulosis (TB Paru)”.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan peran perguruan tinggi kesehatan dalam mendukung pembangunan kesehatan nasional.
Dalam kuliah umum tersebut, dr. Benjamin turut menyampaikan arah pembangunan kesehatan nasional sesuai visi misi Presiden RI periode 2024–2029. Ia menyoroti pentingnya percepatan penanganan stunting dan pemberantasan TB paru, termasuk program renovasi rumah pasien TB sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Selain itu, ia mengajak seluruh civitas akademika agar ilmu yang diperoleh di kampus tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga hingga masyarakat luas.
“Minimal ilmu yang didapat bisa diterapkan untuk diri sendiri, keluarga, tetangga, lalu masyarakat luas,” katanya.
Poltekkes Kemenkes Padang
Di akhir penyampaiannya, Wamenkes juga memuji Poltekkes Kemenkes Padang sebagai salah satu kampus kesehatan terbaik di Indonesia. Tidak hanya bagus secara fisik, Poltekkes Kemenkes Padang juga diharapkan terus melahirkan tenaga kesehatan unggul untuk mendukung sembilan layanan dasar kesehatan nasional.
Sementara itu, Direktur Poltekkes Kemenkes Padang, Renidayati, S.Kp., M.Kep., Sp. Jiwa memaparkan perkembangan kampus yang kini menjadi salah satu Poltekkes unggulan di Indonesia. Ia menyebutkan, dari 38 Poltekkes Kemenkes di Indonesia, Poltekkes Kemenkes Padang menjadi satu-satunya di Sumatera Barat yang kini memiliki enam jurusan dengan 13 program studi.
“Jurusan keperawatan sangat diminati, bahkan sudah memiliki program profesi ners dan kelas internasional. Jurusan kebidanan juga banyak mengirim lulusan bekerja ke Jepang dan Qatar,” ujarnya.
Renidayati menambahkan, pada Juni mendatang sebanyak tujuh lulusan kebidanan dijadwalkan berangkat bekerja ke luar negeri. Sementara itu, lulusan jurusan gizi disebut sangat dibutuhkan, terutama untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Lulusan gizi kami langsung terserap kerja,” katanya.
Tak hanya itu, jurusan kesehatan lingkungan juga dinilai memiliki kontribusi besar di Sumatera Barat. Banyak dosen dan tenaga ahli yang terlibat dalam penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) di sejumlah daerah seperti Mentawai dan Kabupaten Agam.
Saat ini, Poltekkes Kemenkes Padang memiliki sekitar 4.450 mahasiswa, mayoritas berasal dari keluarga kurang mampu. Namun, baru sekitar 1.100 mahasiswa yang dapat menerima bantuan BLU atau sekitar 25 persen.
Renidayati juga mengungkapkan, kampus tersebut tengah mengusulkan lima program studi baru, di antaranya profesi kebidanan, gizi dan dietetik, ATLM, hingga program studi analisis pengolahan data kesehatan.
“Kami berharap dengan dukungan Kementerian Kesehatan, program studi yang diusulkan bisa segera terealisasi karena semuanya sudah dipersiapkan,” katanya.
Ia juga menyampaikan sekitar 85 persen lulusan Poltekkes Kemenkes Padang telah bekerja, bahkan lulusan ahli gizi menjadi salah satu yang paling banyak dicari. Menurutnya, hal itu menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kampus tersebut. (h/yes)






