PERISTIWA

Tiga Hari Dicari, Bocah Terseret Arus di Muara Buayo Putiah Ditemukan Meninggal Mengapung di Laut

×

Tiga Hari Dicari, Bocah Terseret Arus di Muara Buayo Putiah Ditemukan Meninggal Mengapung di Laut

Sebarkan artikel ini

PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID — Setelah tiga hari pencarian penuh harap dan doa, Jesra Putra (10), bocah asal Kampung Pasar Taratak, Nagari Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia mengapung di laut, Selasa (12/5/2026) siang.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang terseret arus deras di kawasan muara Pantai Simpang Tigo Buayo Putiah pada Minggu (10/5/2026) sore saat berenang bersama teman-temannya.

Wali Nagari Taratak, Dodi Saputra, mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan oleh kapal bagan Nabila milik warga bernama Icong ketika hendak melaut sekitar pukul 12.30 WIB.

“Mayat korban pertama kali ditemukan oleh kapal bagan Nabila milik Pak Icong saat hendak melaut. Setelah melihat ada sosok mayat mengapung di tengah laut, beliau langsung menghubungi masyarakat di tepi pantai,” ujar Dodi.

Baca Juga  Pessel Alokasikan Rp768,2 M APBD 2025 untuk Bidang Pendidikan

Korban ditemukan di sekitar kawasan Batu Mandamai Gunuang Rajo, Kampung Sungai Sirah, Kenagarian Surantih, Kecamatan Sutera. Lokasi penemuan diperkirakan berjarak sekitar 20 kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang.

Penemuan jasad Jesra sontak membuat suasana duka menyelimuti keluarga dan warga setempat yang sejak awal terus mengikuti proses pencarian.

Dodi Saputra menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah yang menimpa warganya tersebut. Ia mengaku seluruh masyarakat Nagari Taratak turut merasakan kehilangan atas kepergian bocah malang itu.

Baca Juga  Nelayan Tenggelam di Laut Sumedang Ditemukan Tewas

“Kami atas nama Pemerintah Nagari Taratak menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Sejak hari pertama pencarian, seluruh masyarakat bersama tim gabungan terus berupaya dan berharap Jesra dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Namun Allah berkehendak lain,” ucap Dodi dengan nada haru.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian korban selama tiga hari terakhir.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Basarnas, BPBD, TNI-Polri, relawan, nelayan dan seluruh masyarakat yang tanpa lelah ikut melakukan pencarian. Semoga segala bantuan dan kepedulian yang diberikan menjadi amal ibadah,” katanya.