SAWAHLUNTO. harianhaluan.id – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti kegiatan Wisuda Tahfizh Quran Angkatan VII Tahun 2026 dan Perpisahan Kelas IX MTsN 2 Sawahlunto, Selasa, 19 Mei 2026.
Hadir Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sumbar Mustafa, Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, jajaran Kankemenag Sawahlunto, unsur pemerintah daerah, komite, alumni, tokoh masyarakat, orang tua wali murid dan undangan lainnya.
Kakanwil Kemenag Sumbar, Mustafa menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar MTsN 2 Sawahlunto yang dinilai konsisten menghadirkan inovasi dan prestasi di bidang pendidikan maupun pembinaan keagamaan. Menurutnya, capaian madrasah merupakan hasil dari kekompakan seluruh unsur madrasah dan dukungan masyarakat.
Mustafa menyebutkan berbagai prestasi yang diraih MTsN 2 Kota Sawahlunto hingga level nasional dan internasional tidak mungkin terwujud tanpa komitmen, istiqamah, kolaborasi, dan dukungan dari seluruh pihak. Ia memuji kepemimpinan kepala madrasah beserta seluruh tenaga pendidik yang mampu membawa madrasah semakin maju dan diminati masyarakat.

Ia juga mengapresiasi dukungan komite, alumni, dan orang tua wali murid yang terus memberikan kontribusi bagi pengembangan madrasah di tengah keterbatasan sumber daya dan anggaran. Kebersamaan menjadi kekuatan penting dalam membangun pendidikan yang berkualitas.
Dalam kesempatan itu, Mustafa turut menyinggung implementasi program prioritas Kementerian Agama, khususnya penguatan ekoteologi yang menurutnya telah terlihat nyata di lingkungan madrasah. Keasrian lingkungan madarasah dengan tanaman hijau dan budaya cinta lingkungan disebut menjadi bukti nyata pelaksanaan program tersebut.
“Kita berharap implementasi ekoteologi dan kurikulum berbasis cinta terus diperkuat di seluruh madrasah, baik RA, MI, MTs maupun MA, sehingga memberikan dampak positif bagi pendidikan dan lingkungan,” ujarnya.
Mustafa juga menyampaikan rasa syukur atas meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap madrasah. Ia menyebut daya tampung MTsN 2 Sawahlunto kini telah melebihi kapasitas akibat tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di madrasah.
“Hari ini madrasah sudah digandrungi masyarakat. Pendaftar mencapai 300 orang sementara daya tampung hanya sekitar 150 siswa. Ini menjadi amanah besar yang harus terus kita jaga bersama,” katanya.
Kepada orang tua siswa, Mustafa mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada madrasah dalam mendidik putra-putri mereka. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila pelayanan Kementerian Agama belum sepenuhnya maksimal.
Secara khusus, Mustafa memberikan motivasi kepada para wisudawan tahfizh agar tidak berhenti menghafal Al Qur’an setelah prosesi wisuda selesai. Wisuda tahfizh bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk terus meningkatkan kualitas hafalan melalui murajaah yang konsisten.
Ia menegaskan bahwa para penghafal Al Qur’an merupakan anak-anak pilihan yang harus terus dijaga dan diberikan motivasi oleh orang tua maupun guru. Mustafa menyebut keberadaan hafiz dan hafizah menjadi nikmat besar yang patut disyukuri.
Menurutnya, hafalan Al Qur’an juga membuka peluang besar bagi masa depan pendidikan siswa. Saat ini banyak perguruan tinggi ternama di Indonesia memberikan jalur khusus bahkan bebas tes bagi calon mahasiswa yang memiliki hafalan Al Qur’an.
Di akhir sambutannya, Mustafa berpesan kepada seluruh siswa kelas IX agar selalu menjaga adab kepada orang tua dan guru. Ia menegaskan bahwa keberkahan ilmu tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh sikap hormat dan akhlak mulia. (humas).





