PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID – Kesadaran terhadap potensi bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan lembaga kebencanaan. Insan olahraga pun didorong untuk ikut berperan aktif dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Daerah Pemilihan VIII, Bakri Bakar, saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Barat Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penanggulangan Bencana Daerah bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pesisir Selatan dan seluruh pengurus cabang olahraga (cabor), Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung penuh antusias tersebut turut dihadiri Ketua KONI Pesisir Selatan, M. Adli serta Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Provinsi Sumatera Barat Ade Imansyah.
Dalam kesempatan itu, Bakri Bakar menyampaikan bahwa Sumatera Barat merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Berbagai ancaman seperti gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor hingga bencana hidrometeorologi lainnya berpotensi terjadi sewaktu-waktu.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut seluruh elemen masyarakat untuk memiliki pemahaman yang baik mengenai mitigasi dan penanggulangan bencana.
“Perda Nomor 4 Tahun 2023 hadir sebagai landasan hukum dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana yang terencana, terpadu dan berkelanjutan. Regulasi ini tidak hanya mengatur peran pemerintah, tetapi juga melibatkan dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat luas,” ujar Bakri.
Ia menilai organisasi olahraga memiliki posisi strategis dalam menyebarluaskan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Jaringan organisasi yang tersebar hingga ke tingkat akar rumput dinilai mampu menjadi mitra pemerintah dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“Insan olahraga memiliki komunitas yang besar dan solid. Ini menjadi kekuatan penting dalam menyampaikan informasi kebencanaan dan membangun budaya sadar risiko di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua KONI Pesisir Selatan, M. Adli menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ia menilai kegiatan itu memberikan wawasan baru bagi pengurus cabang olahraga mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadinya bencana.
Menurutnya, peran insan olahraga tidak hanya terbatas pada pembinaan prestasi atlet, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam membantu masyarakat ketika menghadapi situasi darurat.
“KONI Pesisir Selatan siap mendukung berbagai program pemerintah, termasuk dalam bidang kebencanaan. Kami ingin insan olahraga juga hadir sebagai bagian dari kekuatan sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat,” kata Adli.
Pada sesi pemaparan materi, Kabid Penanggulangan Bencana BPBD Sumatera Barat, Ade Imansyah menjelaskan berbagai aspek penting dalam mitigasi bencana, mulai dari kesiapsiagaan masyarakat hingga mekanisme penanganan keadaan darurat sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menekankan bahwa penanggulangan bencana bukan semata tugas pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh komponen masyarakat.
“Kesadaran kolektif menjadi faktor utama dalam mengurangi risiko dan dampak bencana. Semakin siap masyarakat, semakin kecil pula potensi kerugian yang ditimbulkan,” jelas Ade.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya mengenali jalur evakuasi, titik kumpul aman, serta prosedur penyelamatan diri saat terjadi bencana. Pengetahuan dasar tersebut dinilai sangat penting karena dapat menyelamatkan banyak nyawa ketika kondisi darurat terjadi.
Diskusi berlangsung interaktif. Para peserta yang terdiri dari pengurus KONI dan berbagai cabang olahraga tampak aktif mengajukan pertanyaan terkait implementasi Perda Nomor 4 Tahun 2023 di tingkat daerah serta peran organisasi olahraga dalam mendukung upaya mitigasi bencana.
Melalui kegiatan itu, diharapkan lahir sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, BPBD, KONI, dan masyarakat dalam membangun ketangguhan daerah menghadapi berbagai ancaman bencana.
Sosialisasi ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat edukasi kebencanaan, dan menumbuhkan budaya sadar bencana demi mewujudkan masyarakat Sumatera Barat yang tangguh, sigap, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang. (*)












