“Saya sangat berterima kasih atas kedatangan Ibunda Citra. Saya senang masih banyak saudara di luar sana yang masih peduli kepada Hanif,” tutur Sri Wahyuni dengan suara bergetar.
Air mata Sri Wahyuni pun tak terbendung. Ia menangis haru saat menyampaikan rasa syukurnya karena masih ada orang-orang yang datang memberikan perhatian dan dukungan kepada putranya.
Bagi keluarga Hanif, kepedulian seperti ini bukan hanya soal bantuan materi. Kehadiran, perhatian dan doa dari orang lain menjadi penguat bagi seorang ibu yang terus berjuang mendampingi anaknya.
Kisah Hanif kembali mengingatkan bahwa di tengah berbagai kesibukan dan persoalan kehidupan, masih ada kepedulian yang tumbuh dari hati. Sebuah kunjungan sederhana ternyata mampu menghadirkan harapan dan membuat seorang ibu merasa bahwa dirinya dan anaknya tidak berjuang sendirian. (*)












