EkBis

BI Pertahankan BI-Rate 5,75 Persen, Fokus Jaga Stabilitas Rupiah

×

BI Pertahankan BI-Rate 5,75 Persen, Fokus Jaga Stabilitas Rupiah

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Tekanan global tercermin dari harga minyak yang sempat menyentuh 132 dolar AS per barel sebelum kembali turun di bawah 100 dolar AS per barel pada 22 September 2026. Pertumbuhan ekonomi global 2026 diprakirakan masih lemah sekitar 3 persen dengan inflasi global sekitar 4,6 persen.

Sementara suku bunga Federal Funds Rate (FFR) Amerika Serikat berada pada kisaran 3,75-4 persen pada September 2026. Kondisi tersebut turut meningkatkan imbal hasil US Treasury dan menahan arus investasi portofolio ke negara-negara emerging markets.

Di tengah kondisi global tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga. Konsumsi rumah tangga masih didukung stimulus fiskal Pemerintah dan membaiknya keyakinan konsumen, sementara investasi tetap tumbuh terutama ditopang investasi Pemerintah.

Baca Juga  Bitcoin dan Ethereum Jatuh hingga 2 Persen, Harga Kripto Kebakaran

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada dalam kisaran 4,9-5,7 persen.

“Pertumbuhan ekonomi domestik masih memiliki fondasi yang cukup baik. Ke depan, optimalisasi berbagai sumber pertumbuhan, pelaksanaan stimulus Pemerintah, dan membaiknya keyakinan pelaku ekonomi akan terus menjadi faktor pendukung pertumbuhan,” ujar Ramdan.

Dari sisi eksternal, neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2026 mencatat surplus 0,12 miliar dolar AS setelah sebelumnya defisit 0,45 miliar dolar AS. Aliran investasi portofolio asing pada triwulan III hingga 21 September tercatat net inflows 0,4 miliar dolar AS.

Cadangan devisa pada akhir Agustus 2026 mencapai 146,5 miliar dolar AS, setara pembiayaan 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah. Sementara itu, rupiah pada 22 September 2026 berada di level Rp17.855 per dolar AS, melemah terbatas 0,78 persen secara point to point dibandingkan posisi akhir Agustus.

Baca Juga  Telkom Tutup Tahun 2024 dengan Kinerja Positif, Pendapatan Konsolidasi Sebesar Rp150 Triliun

“Bank Indonesia akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan mengoptimalkan seluruh instrumen yang tersedia. Stabilitas tersebut juga akan diperkuat oleh inflasi yang terkendali dan prospek ekonomi domestik yang tetap baik,” tutur Ramdan.

Dari sisi harga, inflasi Indeks Harga Konsumen pada Agustus 2026 tercatat 3,19 persen secara tahunan, meningkat dari 2,88 persen pada Juli. Kenaikan terutama dipengaruhi kelompok volatile food yang mencapai 4,06 persen.