SOLOK, HALUAN — PT Pegadaian Kantor Wilayah II Pekanbaru melalui Pegadaian Cabang Solok menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi masyarakat yang terdampak bencana galodo dan banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Bantuan tersebut diserahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat dan pengungsi sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Bantuan yang disalurkan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat, terutama kebutuhan pangan serta perlengkapan bagi warga yang berada di lokasi pengungsian. Adapun bantuan sembako yang diberikan terdiri dari 52 karung beras ukuran 10 kilogram, 55 dus minyak goreng, tujuh karung gula pasir, dan 13 dus sarden. Selain bahan pangan, Pegadaian juga menyerahkan sejumlah perlengkapan untuk masyarakat dan pengungsi, khususnya kebutuhan balita dan perempuan seperti popok bayi (pampers), pembalut, serta perlengkapan mandi.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil II Pekanbaru, Agus Riyadi, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Pegadaian untuk hadir membantu masyarakat yang sedang menghadapi kondisi darurat akibat bencana.
“Kami turut prihatin atas musibah yang terjadi dan menyampaikan empati kepada seluruh masyarakat Kabupaten Solok yang terdampak bencana galodo. Melalui bantuan ini, Pegadaian ingin hadir dan memberikan dukungan nyata, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan para pengungsi selama masa tanggap darurat,” ujar Agus.
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus sedikit meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi kondisi sulit akibat bencana. Agus menambahkan, Pegadaian akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memastikan bantuan sosial yang diberikan dapat disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Dalam penanganan bencana, sinergi dan gotong royong menjadi hal yang sangat penting. Pegadaian siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait agar dukungan yang diberikan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran,” katanya.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Solok, Nopelius, ST, MT, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pegadaian terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Pegadaian yang telah memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Solok. Bantuan berupa kebutuhan pangan seperti beras, minyak goreng, gula dan sarden, serta selimut dan pakaian ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan pengungsi selama masa tanggap darurat,” ujar Nopelius.
Ia mengatakan bantuan tersebut akan disalurkan kepada masyarakat berdasarkan kebutuhan dan kondisi di lapangan.Nopelius menegaskan, penanganan bencana membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.
“Penanganan bencana membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak. Kami berharap kepedulian seperti ini dapat terus terjalin sehingga kebutuhan masyarakat yang terdampak dapat ditangani bersama secara optimal,” katanya.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pegadaian melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pegadaian Peduli. Program tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan perusahaan terhadap masyarakat yang menghadapi kondisi darurat akibat bencana. Dalam penyaluran bantuan tanggap bencana, Pegadaian berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga kebencanaan agar bantuan dapat diberikan secara cepat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Bencana galodo dan banjir bandang yang melanda Kabupaten Solok mendorong pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, terhitung mulai 22 September 2026. Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak menjadi salah satu prioritas dalam penanganan selama masa tanggap darurat. Pegadaian berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dan pengungsi selama masa tanggap darurat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam proses penanganan dan pemulihan pascabencana di Kabupaten Solok. (h/yes)












