PADANG, HARIANHALUAN.Id— Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Barat berkolaborasi dengan Program Magister Manajemen (MM) KBP Padang menggelar kuliah umum untuk membekali para mahasiswa profesional dengan kemampuan membaca perubahan ekonomi dan menjawab tantangan dunia kerja yang dinamis.
Kegiatan yang berlangsung di ⁹Aula AKPB STIE “KBP” Padang, Selasa (6/10) ini menghadirkan Kepala Perwakilan BI Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram, sebagai narasumber utama untuk menjembatani teori akademik dengan realitas kebijakan ekonomi.
Forum tersebut menjadi ruang dialog antara Bank Indonesia dan dunia akademik untuk membahas perkembangan perekonomian Sumatera Barat sekaligus memberikan perspektif kepada mahasiswa mengenai berbagai perubahan yang memengaruhi aktivitas ekonomi dan dunia usaha.
Dalam pemaparannya, Kepala Perwakilan BI Sumbar menjelaskan bahwa perkembangan ekonomi daerah tidak terlepas dari berbagai dinamika yang terjadi di lingkungan ekonomi yang lebih luas.
Kondisi tersebut perlu dipahami secara menyeluruh agar kebijakan dan keputusan ekonomi dapat diambil dengan mempertimbangkan stabilitas serta keberlanjutan pertumbuhan.
Bank Indonesia juga menempatkan stabilitas ekonomi sebagai bagian penting dari upaya menciptakan kondisi yang kondusif bagi pertumbuhan.
Melalui bauran kebijakan
moneter, makroprudensial dan sistem pembayaran, BI menjalankan perannya dalam menjaga stabilitas sekaligus mendukung aktivitas ekonomi.
Dalam konteks Sumatera Barat, perkembangan ekonomi tetap menjadi perhatian bersama. Sejumlah sektor produktif daerah terus berperan dalam menopang aktivitas ekonomi, sementara dunia usaha dan masyarakat menghadapi perubahan perilaku serta lingkungan usaha yang semakin dinamis.
Salah satu perubahan yang semakin terasa adalah digitalisasi ekonomi. Perkembangan sistem pembayaran digital telah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat dan dunia usaha.
Penggunaan QRIS, uang elektronik dan BI-FAST menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan teknologi dalam transaksi ekonomi di Sumatera Barat.
Perkembangan tersebut sekaligus menuntut kesiapan sumber daya manusia. Dunia kerja membutuhkan profesional yang tidak hanya memahami bidangnya, tetapi juga mampu mengikuti perubahan teknologi, memahami lingkungan ekonomi dan melihat peluang yang muncul dari perkembangan tersebut.
Kondisi itu menjadi relevan dengan karakter mahasiswa Program Magister Manajemen STIE “KBP” Padang yang berasal dari latar belakang pekerjaan yang beragam.
Di antara mereka terdapat aparatur sipil negara, bankir dan profesional dari berbagai bidang. Pengalaman yang telah dimiliki mahasiswa membuat proses pembelajaran dapat berkembang melalui pertukaran perspektif antara teori akademik dan pengalaman di lapangan.
Bagi STIE “KBP” Padang, menghadirkan Bank Indonesia dalam forum akademik menjadi bagian dari upaya memperkuat pembelajaran yang kontekstual. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami perkembangan ekonomi secara langsung dari lembaga yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas perekonomian.
Kepala Program Studi Magister Manajemen STIE “KBP” Padang, Dr. Sumiati, SE, MM, turut memperkuat arah akademik tersebut.
Kolaborasi dengan Bank Indonesia memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan dan menghubungkan pengetahuan manajemen dengan perkembangan ekonomi yang terjadi di masyarakat.
Diskusi dalam kuliah umum tersebut dipandu oleh Dr. Laynita Sari, SE, MM, Ak, CA, Dosen Magister Manajemen STIE “KBP” Padang.
Sebagai moderator, ia mengarahkan jalannya pembahasan sekaligus menjembatani perspektif kebijakan ekonomi dengan konteks manajemen dan dunia profesional.
Kehadiran mahasiswa dengan latar belakang profesi yang beragam membuat forum tersebut tidak hanya menjadi ruang penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang bertukar pandangan.
Pengalaman yang dibawa mahasiswa dari lingkungan pemerintahan, perbankan maupun dunia profesional dapat menjadi perspektif tambahan dalam memahami persoalan ekonomi secara lebih nyata.
Bagi STIE “KBP” Padang, sinergi dengan Bank Indonesia menunjukkan pentingnya hubungan antara dunia akademik, kebijakan ekonomi dan dunia profesional.
Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang menguasai pengetahuan, tetapi juga mampu memahami perubahan dan meresponsnya secara tepat.
Di tengah perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat, kemampuan tersebut semakin dibutuhkan. Profesional dituntut memiliki cara pandang yang lebih luas, mampu membaca lingkungan ekonomi dan mengambil keputusan berdasarkan pemahaman yang kuat terhadap kondisi yang dihadapi. (h/ita/*)












