HEADLINE

BNPB Perluas Pembangunan Huntap ke Lima Puluh Kota dan Agam

×

BNPB Perluas Pembangunan Huntap ke Lima Puluh Kota dan Agam

Sebarkan artikel ini
Sestama BNPB, Rustian bersama Wakil Bupati Agam, Muhammad Ikbal melakukan peletakan batu pertama huntap mandiri di Kabupaten Agam, Kamis (16/4). IST

AGAM, HARIANHALUAN.ID — Upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat (Sumbar) pada akhir November 2025 terus dikebut. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kini memperluas pembangunan hunian tetap (huntap) mandiri dengan memanfaatkan Sepablock, produk inovatif bata interlock yang diproduksi PT Semen Padang.

Setelah lebih dulu diterapkan di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman, pembangunan huntap mandiri BNPB berbasis Sepablock kini menyasar dua wilayah baru, yakni Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kabupaten Agam. Program ini diharapkan menjadi solusi cepat, efisien, dan aman bagi masyarakat terdampak bencana untuk segera memiliki hunian layak.

Pembangunan huntap mandiri di Kabupaten Lima Puluh Kota dimulai di Jorong Lubuk Aur, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Rabu (15/4). Kegiatan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Sekretaris Utama BNPB, Rustian bersama Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang.

Acara peletakan batu pertama itu turut dihadiri oleh sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota, tokoh masyarakat daerah setempat, serta perwakilan dari PT Semen Padang yang dihadiri oleh Kepala Unit Produksi BIP & Aplikasi, Yelmi Arya Putra.

Baca Juga  KDMP Hanya Toko Berlabel Koperasi

Kemudian, peletakan batu pertama di Kabupaten Agam dilakukan pada Kamis (16/4), bertempat di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Peletakan batu pertama juga dilakukan oleh Sestama BNPB, Rustian bersama Wakil Bupati Agam, Muhammad Ikbal dan turut dihadiri oleh Kepala Harian Unsur Pengarah BNPB Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja.

Sestama BNPB Rustian menjelaskan bahwa pembangunan huntap mandiri menggunakan Sepablock bukan tanpa alasan. Produk inovatif dari PT Semen Padang ini dinilai memiliki sejumlah keunggulan, seperti ramah lingkungan, bentuk yang lebih estetis, serta proses pemasangan yang lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

Selain itu, struktur bangunan yang dihasilkan juga lebih ramah terhadap gempa sehingga cocok diterapkan di wilayah rawan bencana seperti Sumbar. “Oleh karena itu, kami membutuhkan solusi yang tidak hanya cepat, tetapi juga aman dan berkelanjutan. Sepablock menjawab kebutuhan tersebut,” katanya dalam sambutan peletakan batu pertama pembangunan huntap mandiri BNPB di Agam.

Baca Juga  IKM Pastikan Kawal Penuh Pelaporan Abu Janda

Rustian menegaskan bahwa percepatan pembangunan menjadi faktor krusial dalam penanganan pascabencana. “Dengan penggunaan Sepablock, waktu pembangunan huntap dapat dipangkas secara signifikan sehingga masyarakat yang saat ini masih tinggal di hunian sementara (huntara) bisa segera menempati rumah permanen,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemanfaatan Sepablock tidak hanya dilakukan BNPB. Sejumlah organisasi kemanusiaan seperti Buddha Tzu Chi serta kalangan dunia usaha melalui Kadin turut menggunakan produk ini dalam pembangunan huntap di berbagai daerah terdampak. “Kami dari BNPB juga akan memperluas penggunaan Sepablock ke luar Sumbar, seperti di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) yang juga mengalami bencana hidrometeorologi,” ujarnya.

Di tingkat daerah, pemerintah kabupaten menyambut baik program tersebut. Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang menyampaikan apresiasi kepada BNPB atas perhatian dan dukungan dalam pembangunan huntap mandiri bagi warganya. Menurutnya, konsep hunian mandiri memberikan fleksibilitas bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki lahan sendiri.