HARIANHALUAN.ID – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian menunjuk LPP Agro Nusantara sebagai penyelenggara Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Kegiatan berlangsung 4-9 Agustus di Grand Elite Hotel Pekanbaru dan diikuti 89 peserta dari Kabupaten Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Bengkalis.
Pembukaan resmi ditandai dengan Tarian Sekapur Sirih. Sambutan disampaikan oleh Bapak Nofri Ilham ST. Meng selaku Kabid Pengembangan Usaha dan Penyuluhan Provinsi Riau, serta Ibu Ratna Sariati, S.P., MM mewakili Ditjenbun Kementan,
Rangkaian pelatihan tidak hanya teori di kelas, namun juga praktik lapangan. Pada 8 Agustus 2026 peserta melakukan field trip ke Gabungan Kelompok Tani Manunggal Sakti Riau untuk melihat langsung penerapan prinsip ISPO di tingkat pekebun.
Program ini merupakan bagian dari strategi BPDP dalam pengembangan SDM pekebun sawit. Sebagai lembaga di bawah Kementerian Keuangan, BPDP mengelola dana pungutan ekspor untuk mendanai program strategis sawit mulai dari peremajaan, sarana prasarana, penelitian, hingga pelatihan.
Isu produktivitas masih menjadi pekerjaan rumah. Data menunjukkan pekebun swadaya mengelola sekitar 40% lahan sawit nasional di 26 provinsi, namun kontribusinya terhadap produksi CPO baru 30-35%.
“Keterampilan dan pemahaman praktik budidaya yang baik menjadi kunci. Melalui rekomendasi teknis, BPDP memastikan pelatihan tepat sasaran bagi pekebun, pengurus KUD, pendamping daerah, hingga keluarga pekebun,” ujar perwakilan BPDP.
Dengan pelatihan ini diharapkan pekebun swadaya Riau mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memenuhi standar keberlanjutan ISPO. (h/yes)






