PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID – Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman melalui Wali Kota Yota Balad mengajak masyarakat dan para perantau untuk ikut meramaikan seluruh rangkaian Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 yang puncaknya akan berlangsung hingga 28 Juni mendatang.
“Tabuik adalah identitas budaya masyarakat Pariaman yang harus kita jaga bersama. Kami mengundang seluruh masyarakat dan perantau untuk datang menyaksikan setiap prosesi yang ada. Selain melestarikan budaya, kehadiran pengunjung juga akan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat Kota Pariaman,” ujarnya.
Terkini, rangkaian Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 tidak hanya menghadirkan prosesi adat yang sarat makna, tetapi juga aktivitas pembuatan Tabuik yang selalu menarik perhatian masyarakat dan wisatawan. Memasuki hari kelima sejak dimulainya prosesi pada 1 Muharam 1448 Hijriah atau 16 Juni 2026 lalu, pengerjaan Tabuik Pasa dan Subarang telah mencapai sekitar 30 persen.
Di Rumah Tabuik Pasa, sejumlah perajin tampak sibuk menyusun rangka dan merakit bagian-bagian utama Tabuik. Suara palu dan gergaji terdengar bersahutan, sementara warga mulai berdatangan menyaksikan proses pembuatan ikon budaya Kota Pariaman tersebut.
Penanggung jawab perajin Tabuik Pasa, Samsurizal atau yang akrab disapa Bang Buyuang, mengatakan saat ini timnya tengah fokus mengerjakan pangkek ateh dan pangkek bawah. Kedua bagian tersebut merupakan komponen utama dalam struktur Tabuik yang nantinya akan dirangkai menjadi satu kesatuan.
“Sekarang pengerjaan sudah masuk hari ketiga dan progresnya sekitar 30 persen. Yang sedang kami kerjakan pangkek ateh dan pangkek bawah. Untuk kerangkanya sendiri sudah mulai dibuat sebelum dipindahkan ke Rumah Tabuik Pasa,” ujar Bang Buyuang kepada Haluan, Jumat (19/6).
Ia menjelaskan proses pengerjaan dilakukan oleh enam orang perajin inti yang telah berpengalaman membuat Tabuik selama bertahun-tahun. Selain itu, sejumlah warga yang merupakan anak nagari dari Tabuik Pasa turut membantu secara sukarela sebagai bentuk kecintaan terhadap tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut.
Menurut Bang Buyuang, tim perajin dibagi menjadi beberapa kelompok agar pengerjaan dapat berjalan lebih cepat. Satu kelompok fokus mengerjakan pangkek ateh, sementara kelompok lainnya menyelesaikan pangkek bawah. Di saat yang bersamaan, bagian bungo salapan yang menjadi salah satu ornamen penting Tabuik juga telah mulai dipersiapkan di kediamannya.
“Saya bersama tim sudah membuat Tabuik sejak tahun 2006. Untuk tahun ini pengerjaan dilakukan secara bersamaan dengan membagi tugas. Selain yang dikerjakan di Rumah Tabuik Pasa, bungo salapan juga sudah mulai kami siapkan di rumah,” katanya.
Bang Buyuang menambahkan, masuknya kembali Festival Tabuik dalam Kalender Event Nasional (KEN) memberikan dampak positif terhadap dukungan pelaksanaan kegiatan. Tahun ini dana pembuatan Tabuik Pasa mengalami sedikit peningkatan dari Rp39 juta pada tahun lalu menjadi Rp40 juta. Menurutnya, tambahan anggaran tersebut membantu memenuhi kebutuhan material yang terus mengalami kenaikan harga.
Tidak jauh berbeda, Rumah Tabuik Subarang yang berlokasi di samping Balai Kota juga tengah memulai aktivitasnya. Perajin Tabuik Subarang, Ade Ratman menuturkan pengerjaan pangkek ateh dan pangkek bawah sedang berlangsung.
Sementara itu, rangkaian Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 telah dimulai sejak 16 Juni lalu dengan prosesi maambiak tanah. Untuk Tabuik Pasa, prosesi dilaksanakan di kawasan Simpang Galombang, sedangkan Tabuik Subarang melaksanakannya di kawasan Pauh, Pariaman Utara.
Tahun lalu, prosesi Hoyak Tabuik berhasil menarik puluhan ribu pengunjung yang memadati kawasan pusat kegiatan serta menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Sumatera Barat. Antusiasme masyarakat juga terlihat dari ramainya kunjungan ke Rumah Tabuik Pasa maupun Rumah Tabuik Subarang.
Salah seorang pengunjung, Rahmat (34), warga Padang Pariaman, mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk melihat langsung proses pembuatan Tabuik.
“Biasanya kami hanya menyaksikan saat puncak saja. Tahun ini saya ingin melihat bagaimana proses pembuatannya. Ternyata cukup rumit dan membutuhkan ketelitian yang tinggi,” ujarnya.
Senada dengan itu, Rina (27), wisatawan asal Padang, mengaku terkesan dengan semangat para perajin dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga tradisi tersebut.
Pastikan Kelancaran dan Keamanan Hoyak Tabuik
Dalam rangka memastikan kelancaran dan keamanan pelaksanaan Hoyak Tabuik 2026, Polres Pariaman sebelumnya telah melakuka rakor lintas sektoral, beberapa waktu lalu. Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Pariaman, Kompol Yuhendri,
Kompol Yuhendri menyampaikan bahwa Pesona Budaya Hoyak Tabuik merupakan agenda tahunan masyarakat Kota Pariaman yang telah menjadi ikon budaya sekaligus masuk dalam agenda pariwisata nasional.
“Oleh karena itu, seluruh pihak yang terlibat perlu menyatukan persepsi dan memperkuat sinergitas guna menjamin seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” katanya.
Rakor pun membahas berbagai aspek pengamanan, mulai dari pengaturan arus lalu lintas, rekayasa jalan, penempatan personel di titik-titik strategis, hingga antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas selama pelaksanaan event berlangsung.
Selain itu, kesiapan unsur terkait dalam penanganan keadaan darurat juga menjadi perhatian penting mengingat tingginya jumlah pengunjung yang diperkirakan akan memadati Kota Pariaman.
Pembahasan juga difokuskan pada pengamanan jalur VVIP mengingat adanya kemungkinan kehadiran Menteri Pariwisata Republik Indonesia dalam kegiatan Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026.
“Untuk itu kita bersama instansi terkait telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan secara terpadu guna menjamin keamanan tamu undangan maupun masyarakat yang hadir menyaksikan perhelatan budaya tersebut,” katanya.
Di bidang lalu lintas, Dinas Perhubungan bersama Polres Pariaman akan melakukan pengaturan parkir pada lokasi-lokasi yang telah ditetapkan guna mengantisipasi kemacetan serta memudahkan mobilitas pengunjung. Seluruh stakeholder juga sepakat untuk mengoptimalkan koordinasi dan komunikasi selama pelaksanaan kegiatan agar setiap potensi kendala dapat segera ditangani dengan cepat dan tepat.
Melalui rapat koordinasi lintas sektoral ini, diharapkan pelaksanaan Pesona Budaya Tabuik 2026 dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan sukses, sehingga mampu memberikan kesan positif bagi wisatawan serta semakin memperkuat posisi Kota Pariaman sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Sumatera Barat dan Indonesia. (h/mta)












