PASBAR, HARIANHALUAN.ID — Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) secara elektronik (e-voting) yang digelar untuk pertama kalinya di Kabupaten Pasaman Barat berjalan sukses, lancar, dan aman pada hari pertama pelaksanaan, Kamis (17/9).
Momentum bersejarah ini ditinjau langsung oleh jajaran pucuk pimpinan Daerah Pasaman Barat guna memastikan kesiapan sarana, keandalan teknis, serta tingkat partisipasi masyarakat.
Bupati Pasaman Barat Yulianto, bersama Wakil Bupati M. Ihpan, Sekretaris Daerah Doddy San Ismail, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Cabang Kejaksaan Negeri Pasaman Barat Air Bangis, Forkopimca, TNI, Polri turun ke lapangan memantau proses pemungutan suara di Kecamatan Sungai Beremas dan Kecamatan Lembah Melintang.
Rombongan Bupati memulai peninjauan dari Nagari Ujung Gading Induk, Kecamatan Lembah Melintang. Di wilayah ini, peninjauan menyasar beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS), di antaranya TPS 04 Nagari Ujung Gading Jorong Pasar Lama yang mencatatkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 384 jiwa, serta TPS 12 Nagari Ujung Gading dengan DPT sebanyak 546 jiwa.
Usai memastikan pemungutan suara di Ujung Gading berjalan tanpa kendala, rombongan bertolak menuju Kecamatan Sungai Beremas untuk meninjau pelaksanaan pemungutan suara di wilayah pesisir tersebut.
Bupati Yulianto menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan dari pagi hingga siang menjelang sore ketika penutupan TPS.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Bupati Yulianto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara di semua tingkatan, unsur Pengawas, para Angku-Angku, Niniak Mamak, tokoh masyarakat, hingga seluruh elemen warga yang telah berpartisipasi aktif menjaga kondusivitas.
“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, angku-angku, niniak mamak, tokoh masyarakat, serta seluruh warga. Hari ini kita melihat pelaksanaan e-voting berjalan sukses. Ini hendaknya menjadi contoh dan pedoman bagi nagari-nagari selanjutnya yang akan menyelenggarakan pemungutan suara,” tegasnya.
Bupati menambahkan bahwa keberhasilan kepemimpinan nagari definitif nantinya akan berdampak langsung pada optimalisasi tata kelola pemerintahan daerah.
“Siapapun yang terpilih nanti, itu adalah amanah murni dari masyarakat kepada Wali Nagari definitif. Kita di Pemda sangat merasakan, ketika nagari dipimpin Pejabat Sementara (Pj) pelayanan belum bisa maksimal. Dengan hadirnya pejabat definitif nanti, tentu pelayanan publik kepada masyarakat akan jauh lebih maksimal,” jelas Yulianto.
Sistem e-voting yang diprediksi sempat memicu kekhawatiran terkait pasokan arus listrik dan pemahaman teknis warga, terbukti berjalan stabil. Dari total 47 TPS yang tersebar di Kecamatan Sungai Beremas, seluruh proses dilaporkan berjalan lancar tanpa gangguan sinyal maupun pemadaman listrik.
Panitia melaporkan bahwa partisipasi antusiasme warga sejak pagi tergolong cukup tinggi dan proses rekapitulasi data elektronik berlangsung akurat serta transparan.
“Dari pantauan kita dan laporan Pak Camat, dari 47 TPS yang ada di Sungai Beremas, semuanya berkualitas, lancar, dan tidak ada kendala. Ini membuktikan bahwa masyarakat kita siap menerima transformasi teknologi demi demokrasi yang lebih baik,” tutur Bupati.
Pelaksanaan Pilwana berbasis e-voting ini diproyeksikan menjadi percontohan modernisasi demokrasi tingkat desa/nagari di Sumatra Barat. Hasil perhitungan cepat dari mesin e-voting dijadwalkan dapat langsung direkapitulasi secara otomatis begitu jam pemungutan suara resmi ditutup. (*)












