Bupati juga mengungkapkan bahwa pembangunan Jembatan Aramco Batang Siraho bukan satu-satunya program infrastruktur yang didukung TNI di Kabupaten Dharmasraya.
Pada tahun 2026, TNI AD juga membangun dua unit Jembatan Aramco di Nagari Banai, Kecamatan Sembilan Koto, serta satu unit jembatan gantung di Nagari Ampang Kuranji, Kecamatan Koto Baru.
Menurut Annisa, pembangunan tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat, TNI, dan pemerintah daerah dalam membuka keterisolasian wilayah serta mempercepat pemerataan pembangunan.
Sementara itu, Letda Magel Hendri yang mewakili Dandim 0310/SSD menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Aramco merupakan bagian dari komitmen TNI untuk hadir membantu masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.
“Pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat sekaligus dukungan terhadap percepatan pembangunan daerah, khususnya di wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan akses,” ujarnya.
Dengan diresmikannya Jembatan Aramco Batang Siraho, masyarakat Nagari Lubuk Karak kini dapat menikmati akses penyeberangan yang lebih aman dan nyaman untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Keberadaan tiga Jembatan Aramco dan satu jembatan gantung yang dibangun TNI di Kabupaten Dharmasraya diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau.
Bagi warga Lubuk Karak, jembatan tersebut bukan sekadar sarana penghubung, melainkan simbol hadirnya negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik. (*)












